Menikmati Infinity Pool Hotel Louis Kienne Simpang Lima Semarang Sebuah Sensasi MBS Low Budget

Liburan menjelang tahun baru 2019 lalu saya bersama keluarga ingin sejenak melepas kepenatan berwisata di kota Semarang dengan menginap di hotel Louis Kienne Simpang Lima. Ada sedikit romantisme di balik alasan kami untuk berwisata di Semarang. Itu karena 13 tahun lalu saat anak kami masih dua dan berusia balita, kami sempat membawa mereka menginap di Semarang dan berkunjung ke Candi Gedong Songo. Kali ini kami ingin bisa membawa tiga anak kami yang sudah beranjak remaja untuk mengulang kembali  (kecuali si bungsu), wisata di Gedong Songo. Dan kali ini kami memilih untuk menginap di Hotel Louis Kienne Simpang Lima. Hotel ini kami pilih karena  kepincut pada foto-foto infinity poolnya hotel ini yang kami lihat di website tiket.com .

Setelah menikmati 3 hari 2 malam menginap di hotel Louis Kienne Simpang Lima saya kok jadi ingin menulis reviewnya ya. Siapa tahu pembaca ada yang sedang mencari rekomendasi hotel di Semarang dan tulisan ini dapat membantu dalam pemilihan hotelnya nanti.

Group Hotel Louis Kienne Semarang mempunyai 3 hotel yang tersebar semuanya di sekitaran pusat kota. Satu berlokasi di dekat Simpang Lima, diberi nama Louis Kienne Simpang Lima dengan kelas bintang empat. Hotel kedua ada di jalan Pandanaran dan ketiga ada di jalan Pemuda. Kami pilih Louis Kienne yang di Simpang Lima karena ingin berdekat-dekat dengan yang namanya alun-alun sebuah kota.  Denyut nadi kehidupan dan cara menghabiskan akhir pekan warganya menurut saya akan banyak tergambarkan di alun-alun kotanya. Setidaknya itulah harapan saya waktu itu. Selain itu juga karena ingin menyenangkan anak-anak agar dapat merasakan berenang di infinity pool sebuah hotel dengan pemandangan kota Semarang di bawahnya.

Dengan 23 lantainya. Louis Kienne terlihat menjulang tinggi di kawasan Simpang Lima.

Kami pesan dua kamar deluxe king bed berikut sarapannya di website tiket.com. Saat kami datang pukul dua siang lebih sedikit , ternyata kamar sudah siap untuk kami tempati. Proses check in yang tidak lama dan kesigapan petugas front office hotel yang menawarkan valet parkir membuat kami dapat segera masuk ke kamar untuk beristirahat setelah perjalanan tujuh jam di tol jakarta semarang yang terik dan membuat ngantuk. Saat pertama masuk lobby depan hotel terlihat sepertinya hanya sedikit tersedia kursi sofa untuk tamu menunggu. Namun ternyata lobby hotel ini memanjang masuk ke dalam hingga dekat lift bagian dalam. Di lobby bagian dalam ini sofa-sofa tertata memanjang dan suasananya  terasa lebih santai dengan iringan alunan lagu keroncongan semarangan.

Front office Hotel dengan lobby yang nyaman dengan putaran music keroncong

Kamar yang kami dapat berada di lantai sebelas  dan berpemandangan kawasan simpang lima di sebalik jendela kamarnya.  Cukup beruntung kami karena dapat menginap di hotel yang terlihat masih cukup baru dan bersih ini.

Interior kamar Deluxe king bed yang kami tempat.
Kamar mandinya walau tanpa bathtub tapi terlihat baru dan bersih
Hotel berpemandangan kota dan gunung.

Dengan luas kamar sekira 24 m2 dengan ukuran bed King size yang lega. Di dalam kamar masih juga tersedia meja kerja dan dua kursi santai dengan meja kecilnya . Tidak peru khawatir untuk kerja online di sini karena Wifinya bisa di akses di manapun di hotel ini. Kulkas kecil dan lemari pakaian diletakkan di dekat pintu masuk, serta sebuah meja kecil ada di situ tempat welcome drink dan ketel listrik. Peralatan mandi standar hotel bintang empat lengkap tersedia termasuk hair dryernya. Tapi minus bathtub untuk tipe kamar kami. Kamar mandinya terlihat efisien dan bersih dalam penataannya dan air hangat berfungsi tanpa masalah sepanjang kami menginap.

Setelah selesai beberes koper dan membersihkan diri, anak-anak kami pun segera pergi ke lantai 23 untuk berenang di Infinty pool hotel ini. Saya temani mereka sekalian untuk menikmati pemandangan kota dari roof top hotel Louis Kienne ini. Ada dua kolam renang di lantai ini. Satu di kiri di peruntukkan sebagai kolam anak-anak dengan pembatas kaca di pinggirnya, dan satu lagi kolam yang lebih panjang dan dalam saya rasa menjadi ikonnya hotel ini: Infinity Poo . Boleh dibilang inilah Marina Bay Sand versi low budget di Semarang.

Infinity pool
Kid’s pool

Marina Bay Sand’s Low Budgetnya Semarang.

Kita mau menceburkan diri ke kolam atau hanya sekedar duduk-duduk santai di kursi di pinggir kolam. Pemandangan lepas kota semarang dengan angin sepoi-sepoinya bisa membuat kita betah berlama-lama di sini. Di lantai yang sama dengan kolam renang ini juga terdapat ruangan gym dan restoran. Sehingga saat waktu breakfast tiba, tamu bisa memilih untuk sarapan di lantai 1, maupun di lantai 23 yang dekat infinity poolnya. Dua kali kami sarapan di sana menunya cukup beragam dan rasanya juga tidak mengecewakan.

Saat malam tiba, dengan hanya sedikit melangkahkan kaki anda sudah bisa menikmati suasana Simpang Lima yang riuh oleh warga dan beragam kuliner tendanya.

Menghabiskan petang di Simpang Lima.
Lawang Sewu juga hanya sejauh 1 km dari Simpang Lima.

Sebagai kesimpulannya, menurut kami hotel Louis Kienne Simpang Lima ini sangat rekomended untuk jadi pilihan keluarga saat menginap di Semarang dengan beberapa point kelebihannya.

  1. Letaknya yang hanya sekitar dua puluhan meter dari Simpang Lima, di mana saat malam menjadi pusat kulinerannya kota Semarang dengan deretan warung-warung tenda yang tertata rapih di sekililing simpang lima.
  2. Kamar hotel baru dan bersih.
  3.  Kolam renang berpemandangan simpang lima kota semarang dibawahnya benar-benar terlihat cantik saat malam hari.
  4.  Tidak jauh dari wisata ikonik Lawang Sewu dan Kota lama (dalam range 2- 3 km).
  5.  Jalanan depan hotel tidak terlihat padat dan macet , berbeda dengan jalan pandanaran yang dekat dengan tugu muda.

Sedang satu masukan yang perlu jadi perhatian bagi tamu dan petugas hotel menurut saya adalah:

  1.  Kondisi parkiran dalam gedung yang terlihat sangat sempit terutama saat berbelok, sehingga pengendara mobil mesti berhati-hati saat berbelok di parkitan gedung. Perlu disediakan petugas parkir yang sedia berjaga dan mengarahkan kendaraan agar tidak menyenggol dindingnya.

Tapi secara keseluruhan tidaklah mengecewakan untuk menginap di hotel ini . Sebuah sensasi menginap di Marina Bay Sand versi low budget di Semarang.

Iklan

6 Comments Add yours

  1. Dyah Ayu Pamela berkata:

    Wah Semarang. Kota yg kepingin bgt sy datengin lg. Apalagi skrng makin tertata rapih. Jd kepingin jg nginep disitu, mau nyoba infinity pool nya hehe

    Disukai oleh 2 orang

    1. kayuhanpedal berkata:

      Habis berenang lanjut kulineran di Simpang Limanya yang cuma sepelemparan batu dari Hotel. Maknyus banget tuh. Hihihi

      Suka

  2. Nurhasan berkata:

    Mantap dah lama nga maen ke semarang..

    Disukai oleh 1 orang

    1. kayuhanpedal berkata:

      Dah kangen berat ya. Wajar lah. Kota-kota di jawa memang selalu ngangenin sih

      Suka

  3. Sekar berkata:

    Aduuuh simpang lima kok sekarang cantik yaaa. Terakhir ke sana tahun 2010 atau 2011 gitu setelah 6 tahun ditinggalkan haha. Yaiyalah jauh banget bedanya. Dan itu kolam renang kok ya pemandangan depannya persis itu pusat kota sih. Kan bikin mupeng pengin mampir situ huhu

    Disukai oleh 1 orang

    1. kayuhanpedal berkata:

      Kuliner malam simpang limanya jangan lupa untuk dicoba mbak kalau mampir ke sini.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s