Gowes ke Goa Cilandak dan Goa Tawanan Jonggol

Sejenak kayuhan ini terhenti di sebuah padang terbuka setelah menanjak sejauh 2 kilometer dari mata air Sodong. Saya ingin meyakinkan diri dulu. Karena di depan hanya hutan semak belukar dan pepohonan lebat yang mengapit jalan berbatu gamping ini. Bukit karang menjulang di belakangnya. Goa Cilandak atau Goa Tawanan mungkin berada dibalik bukit ini. Tebakan paling optimis saya : goanya mungkin hanya berada di lerengnya. Timbul keraguan karena saya hanya gowes sendiri sejak naik dari Sodong Jonggol, dan kelihatannya jalur yang saya ambil bukanlah jalan kampung biasa. Tapi keraguan itu segera saya tepis jauh-jauh. Pantang untuk mundur sebelum sampai. Dari dulu prinsip ini memang selalu saya pegang jika gowes ke suatu tempat.

Bukit di mana goa Tawanan dan Cilandak berada

Keberadaan Goa Cilandak atau Goa Tawanan ini memang baru-baru ini saja saya dengar dari kabar yang beredar di group Whatsapp gowes yang saya ikuti. Dengan membuka kawasan goa ini untuk umum. Sepertinya Jonggol sedang menggenjot potensi wisata  alamnya setelah dibukanya goa Ciwadon dan Jonggol Garden setahun lalu. Bisa dibuka di link ini untuk tulisan tentang itu.

Akses menuju ke goa ini sebenarnya bukanlah jalur yang terlalu ekstrem. Jalannya pun sudah bisa dilalui untuk roda dua atau empat yang bergardan tinggi. Untuk menuju ke Goa Cilandak atau Tawanan ini kita hanya perlu mengikuti jalan aspal menanjak 500 meter dari mata air Sodong lalu berbelok naik ke arah bukit.

Mata air Sodong sendiri sudah lama menjadi tujuan wisata alam bagi warga cileungsi jonggol, dan terkenal pula sebagai tujuan para goweser sekitaran Bogor timur. Berada di desa Linggar Mukti. Sodong bisa dicapai dari jalan Raya Transyogie melalui pertigaan Gandoang. Atau jika dari jalan Raya Gunung Putri Cileungsi bisa melalui jalan Kelapa Nunggal, atau jalan Rawa Ilat yang ada di belakang taman buah Mekar Sari.

Sodong sungguh menawarkan pemandangan alam nan permai.

Setelah sampai di mata air Sodong. 500 meter kemudian dari Sodong di sebelah kanan jalan akan ada jalan menanjak selebar 5 m. Awalnya cukup sulit untuk menemukan jalan masuk ini. Penduduk sekitar tampaknya justru tidak mengetahui di desanya ada goa di atas bukit. Untungnya saat itu di depan jalan masuk ada spanduk bertuliskan goa Cilandak. Agaknya itu petunjuk paling kuat bagi saya bahwa saya harus berbelok ke kanan menaiki bukit untuk menuju ke goa tujuan gowes kali ini.

Jalan masuk yang menanjak bukit. 500 m dari mata air Sodong

Kira-kira setelah satu kilometer gowes melalui tanjakan yang tidak terlalu curam kayuhan ini sampai di satu percabangan. Di kiri dan kanan jalan berdiri masing-masing satu rumah penduduk. Rumah pertama yang  saya bisa lihat sejak berbelok dari jalan aspal tadi. Di tepi percabangan tertancap sebuah papan petunjuk jalur trekking sepeda off road, uphill dan downhill. Kata warga yang sedang duduk di bale-bale rumahnya, saya harus mengikuti petunjuk tersebut untuk tiba di goa Cilandak. Syukurlah saya berada di jalur yang benar hari itu.

Ambil Ke kiri untuk menuju Goa Tawanan atau Cilandak
Tertulis : LabSos LIPI. Petunjuk jalur sepeda off road. Ikuti ini untuk ke goa.

Kayuhan pun terus diputar melalui jalan kampung tanah. Saya terus ikuti jalan kampung yang ada sehingga ia menuntun saya menuju ke kaki sebuah bukit. Sepi sekali tempatnya saat itu. Kayuhan saya hentikan ketika di kanan jalan terlihat sebuah bedeng tempat berteduh dan di kiri jalan berdiri sebuah toilet umum kecil. Pikir saya ini mestinya lokasi goa Tawanan yang saya cari. Tapi tidak ada seorang pun yang menjaga di sana. Hanya terlihat sebuah gapura yang masih dalam tahap pengerjaan. Di belakang gapura ada ratusan anak tangga menjulang dan berkelok hingga ke atas bukit.

Gerbang masuk pengunjung yang masih tahap pembangunan.

Sepeda pun saya panggul melalui beberapa anak tangga untuk mencari tempat ‘menyembunyikan’ sepeda yang cocok. Ketika itulah saya melihat 5 sepeda sudah terparkir bergeletakan di balik sebuah batu besar. Ternyata saya tidak sendiri pagi ini, sudah ada 5 goweser yang sudah lebih dulu tiba, yang ternyata adalah om-om dari perumahan Metland dan Mekar Sari, dan salah satunya yang sudah saya kenal adalah om Maryoko. Mereka sedang turun dari goa dan saya baru mau naik.  Dan saya pun kembali sendirian di tempat itu.

Mesti hati-hati saat meniti anak tangga ini. Cukup curam.
Pemandangan dari mulut Goa

Ada Kira-kira 50 meter saya menaiki puluhan anak tangga yang curam untuk mencapai mulut goa. Anak tangga yang terbuat dari pasir semen kasar dan bilah bambu di atasnya yang berguna untuk pegangan tangan cukup menjadi pengaman saat meniti anak tangga yang curam ini. Di ujungnya, terlihat mulut goa Tawanan. Di sisi kiri mulut goa ada bale bambu di mana kita dapat beristirahat setelah berpayah-payah mendaki sambil memandang indahnya persawahan dan bukit-bukit wilayah jonggol di bawah sana.

Lubang masuk goa
Lubang di atas goa yang membuat sinar matahari masuk ke dalamnya.

Pintu atau lebih tepatnya lubang masuk goa berukuran sekitar 2 meter tinggi dan 1 meter lebarnya. Saya mesti berjalan menurun 2 meter untuk bisa masuk ke dasar goa. Di dalamnya, dinding goa, stalaktit dan stalagmitnya dapat terlihat jelas oleh mata karena cahaya matahari yang masuk melalui lubang yang ada di atas goa. Tapi saat saya masuk lebih ke dalam, kondisi goa menjadi sangat gelap karena tidak ada cahaya yang masuk. Tapi saya masih bisa berdiri di dalamnya karena langit-langit goa yang berketinggian sekitar 2 meter. Sekitar sepuluh menit  setelah saya masuk goa ada tiga orang goweser dari cibubur yang sampai juga ke dalam goa. Kami pun bersama-sama mengeksplorasi bagian dalam goa.  Kami sorotkan cahaya senter handphone kami untuk mendapati kondisi goa yang gelap seakan tak berujung. Karena di luar tidak ada penjaga goa dan tidak ada satu pun dari kami yang berpengalaman susur goa, niat untuk masuk lebih ke dalam pun kami urungkan demi keselamatan kami semua. Rasa penasaran kadang berisiko tinggi, dan kami akui kami tidak siap untuk itu.

Akhirnya kami cukupkan penasaran kami dengan melihat-lihat dan mengagumi stalaktit dan stalagmit yang ada di dalam goa yang masih terterangi cahaya matahari melalui lubang di atasnya. Cukup aneh bagi saya karena dibanding kondisi goa Ciwadon yang pernah saya kunjungi. Di goa Tawanan ini tidak ada kalelawar, di dalam goa pun tidak ada serangga dan nyamuk yang berdesingan dan menempel di kulit. Apa ini karena kondisi goa yang selalu tercukupkan oleh sinar matahari. Bisa jadi begitu, atau bisa jadi ada penjelasan yang lebih lengkap dari warga setempat yang mengetahui sejarah goa ini. Karena sedari tadi saya coba cari sejak dari bawah sana, tidak ada secuilpun narasi informasi tentang sejarah goa ini. Itu mungkin yang perlu dilengkapi oleh pengelola disini. Agar informasi, walaupun hanya sekeping, cukup untuk membangun imajinasi yang lengkap dari para pengunjungnya tentang cerita goa ini. Mungkin kali lain saya perlu datangi lagi, siapa tahu informasi semacam ini sudah tersedia. Sekaligus untuk mengetahui di mana itu goa Cilandak yang spanduknya terbentang di pinggir jalan aspal Sodong tadi.

Goweser dari cibubur yang menemani eksplore goa Tawanan.

Jika saat masuk saya sendiri, saat keluar goa saya bertambah teman baru. Kami pun gowes bersama untuk turun menuju peradaban yang lebih ramai di Sodong. Kemudian kami berpisah selepas Sodong menuju rumah masing-masing.  Demikianlah sisi baik dari hobi gowes. Dunia ini seluas kayuhan pedal kita, bukan selebar daun kelor. Kita selalu dapat menemukan petualangan baru, teman baru selama kita tidak surut mengayuh pedal. Dan ketakutan hanyalah ilmu pengetahuan yang kurang lengkap, saat mengekplorasi tempat yang asing. Demikian cerita saya kali ini. Semoga kita selalu dapat menikmati kayuhan demi kayuhan hidup kita sendiri. Salam gowes.

KOORDINAT GPS LOKASI GOA TAWANAN :

-6.502296, 106.991953

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s