Wisata Jogja Kekinian di Jembatan Sawah Mangunan

Pernah gak rekan pembaca pada saat berkunjung di Jogja selalu saja ada lokasi wisata yang paling kekinian. Kabar terakhir, terdapat satu bentang persawahan indah di desa sukorame dengan jembatan bambu membentang  di daerah mangunan jogja. Dan di akhir pekan terakhir di bulan maret kebetulan kami ada acara keluarga di Jogja. Kota yang tak pernah hilang dari ruang rindu saya, selalu ngangenin. Dulu saya ingat sekali tak pernah sekalipun absen mengunjungi kota ini saat libur panjang sekolah tiba. Sebulan penuh bercengkrama dengan sedulur dan teman sebaya di pedesaan jogja selalu terekam di benak saya.

Kali ini saya berkunjung dengan istri, kunjungan yang spesial dengan seseorang yang spesial. Tanpa printilan dan rewelan anak2 kami. hehehe. Dengan itu kami menyatakan akan menjadikan liburan kali ini menjadi asyik dengan cara yang seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. loh kok jadi upacara 17an gini wkwk.

Singkatnya, hanya karena terkesima oleh satu postingan di media Instagram yang menyajikan foto pemandangan sawah yang menghijau cantik dengan jembatan bambu membelah di tengah-tengah persawahan. Sungguh pesona desa yang di shoot dalam angle yang pas dan bisa menjadikan booming nantinya, eh lah ngelantur lagi. pokoknya ajib lah viewnya. Dan pokoknya kami harus ke sana.

Jadilah saya googling rute menuju wisata sawah di jogja. Ketak-ketik bentar di hape lalu press enter. Munculah ulasan tentang Wisata sawah mangunan di halaman pertama pencarian google. Di google maps bahkan sudah tertaut dengan nama tag lokasi “Rice Bridge Sukorame”.

Yes..lokasinya memang terletak di desa sukorame mangunan bantul. 19 km dari terminal giwangan.

Mudah saja menyusuri jalan dengan menggunakan google maps. Bagi yang suka cara manual. hiahaha..kayak nyetir aja. Kalian hanya perlu menggunakan GPS “Guide Penduduk Sekitar”. Temukan dulu terminal Giwangan. Lalu mengarah ke selatan menyusuri jalan imogiri timur hingga melewati pasar imogiri dan belok ke kiri menuju makam raja imogiri.

Papan petunjuk arah sudah banyak terdapat di pinggir jalan ikuti saja arah panah menuju Puncak Pinus Mangunan. Jangan ambil jalan lurus yang menuju makam raja, beloklah ke kanan mengikuti jalur ke Puncak Pinus Mangunan.

Jalannya rolling naik turun  jadi pastikan kendaraan anda mumpuni untuk nanjak. Banyak lokasi wisata tebing yang bisa dilewati di jalur ini. Setelah kantor kelurahan desa mangunan akan ditemukan percabangan yang jika pilih ke kiri anda menuju Puncak Becici dan Hutan pinus mangunan, sedangkan cabangan yang ke kanan jalan yang benar menuju Rice Bridge Sukorame.

Dari percabangan ini 5 km kemudian di kanan jalan akan terlihat sawah luas terhampar dengan pematang jaman now dari bambu yang melintasi persawahan tersebut di atas ketinggian batang-batang padi yang melambai. Inilah lokasi wisata sawah kekinian yang mulai hits di jogja.

Jalan masuknya ke pintu loket jembatan sawah ini hanya bisa di lalui satu mobil saja. Parkirannnya berada dekat loket masuknya kira-kira 200 m masuk dari jalan raya. Tiket masuknya masih murah 5 ribu rupiah per pengunjung dan uang parkir roda empat 5 ribu rupiah. Selanjutnya..silahkan eksplore imajinasi fotografi anda di bentang alam indah Karunia Allah SWT dipadu dengan karya estetik warga setempat. Semoga Jogja selalu indah damai kerto raharjo membahagiakan warga dan tamunya. Amin YRA.

Rice Bridge Sukorame. Foto diambil dari web Local Guide Idneh Craft.
Rencanakan saat berkunjung. Pagi hari atau sore yang cerah adalah saat yang tepat. Foto ini diambil saat mendung menggantung gerimis.

Payung cantik pun disediakan dekat loket masuk gratis.

 

Iklan

6 Comments Add yours

  1. aryantowijaya berkata:

    Waaa, bagus sekali.
    Kemarin Februari sempat pingin ke sini, tapi ternyata hujan dan waktunya mepet. Next kalau ke Jogja mesti ke sini :))

    Suka

    1. kayuhanpedal berkata:

      berkunjung pas cuaca di sana cerah di pagi atau sore hari mas..sungguh segar sekali di mata.

      Suka

  2. Himawan Sant berkata:

    Aku juga pernah kesini,kak.
    Kebetulan saat musim kemarau dan sawah lagi ijo-ijonya ….
    Cakep banget dikamera 😁

    Disukai oleh 1 orang

    1. kayuhanpedal berkata:

      waaah..keren dong itu.

      Suka

  3. kutukamus berkata:

    Salut sama yang punya ide. Kalau jalan kira-kira butuh berapa menit ya? (panjang juga sepertinya, jangan-jangan nanti waktu mulai napak jembatan cuaca cerah, sampai di tengah tiba-tiba hujan, bisa berabe 🙂 )

    Suka

    1. kayuhanpedal berkata:

      Jembatannya gak panjang kok, paling 300 meter memutari sawahnya. Ada payung juga kok buat yang ingin hujan-hujanan. Gak percaya kan? monggo didatangi. Terima kasih sudah mampir di sini ya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s