Hobinya gowes, sepedanya sepeda gunung, suspensinya double. Tapi gak ada trek gunung di sekitar tempat tinggal. Ada yang kayak saya? Hehe. Ya Beginilah..sudah sejak awal 2016 saya membawa si United Command FX77 dari Bogor ke singapura. Lhoo..memang gak ada toko sepeda di singapur ? Jangan salah..yang jual banyak sih..tapi yang masuk budget ? sedikit yang saya tahu.

Jadi itulah alasan utamanya si Uni saya bawa ke sini. Mau berhemat dan menghindari mubazir, dari pada di Bogor jadi onggokan besi yang tak pernah di gowes.

Walau spesifikasinya bukan yang kelas mumpuni, pun sikil pemiliknya gak ada skill atlit. Tapi sepeda ini sudah sangat banyak memberi bahagia di negeri nun jauh dari kampung halaman.

Dulu..saat masih banyak teman-teman yang mau diajak khilaf. Gowes nekat seadanya sudah pernah ditempuh dengan si uni. Bisa dibilang khilaf karena semua yang ikut bukanlah goweser rutin jarak jauh. Biasa sekedar muter-muter pedal dari apartment ke kantor atau cari angin di minggu pagi. Tapi Alhamdulillah gowes keliling Singapura, dan gowes nyebrang Singapura – Bintan – Singapura sudah kita lakoni.

Supaya si sepeda gak lupa dengan asal usul jati dirinya. Sesekali saya ajak si Uni menjajal trek off road tempatan. Walau lokasinya bukan jarak yang dekat untuk ditempuh, kalau sudah khilaf mau gimana lagi. Pernah gowes ke pulau Ubin, pulau kecil yang masih masuk wilayahnya Singapura dan dan terkenal dengan adanya Ketam Bike park dengan Black Diamond trailnya, juga sudah beberapa kali dilewati walau dengan keringat dan sedikit lecet dan memar. Juga di black diamond trail inilah si Uni terpaksa mengakhiri karir di trek drop off. Suspensi belakang sudah mendekati masa pensiun.

Dan akhirnya si Uni sang sepeda gunung, hanya bisa saya gowes jelajah hutan saja. Bukan hutan sembarang hutan, tapi hutan beton pencakar langit.

Layaknya gowes masuk keluar hutan, mengayuh pedal diantara belantara hutan beton tinggi ini seperti menyusuri single track di antara pepohonan besar. Apalagi gowes di kala minggu pagi. Suasananya persis seperti melalui hutan lebat yang sunyi dan sejuk.

Luangkan sejenak untuk berhenti kala menemukan bangunan tua unik yang terselip diantara gedung-gedung tinggi. Atau buat rute sendiri untuk mencari lokasi bangunan-bangunan ikonik sini. Di ujung tujuan, semuanya bisa menghilangkan rasa letih yang dijalani.

Pendeknya, gowes di tengah kota juga bisa kok kita nikmati dengan satu syarat : hindari waktu puncak buangan gas knalpot. Lalu amati sejarah kotanya, resapi seni arsitekturnya. Seperti beberapa foto selfie si Uni diantara gedung-gedung kota Singapura di bawah ini. Intinya : bahagia bisa di mana saja. Salam gowes.

Di kota lama. Tanjong Pagar
dibawah flower dome garden by the bay
boleh masuk sentosa island
memandang City Business Districtnya Sg
Clarke Quay di malam hari
Marina Bay Sand di kejauhan
Di antara belantara hutan beton