Gowes ke Marina Bay Sand Ketemu Sawah di Tengah Singapura

Minggu pagi tadi sebenarnya sekedar mau ngelemesin kaki saja muter-muter di jalur taman kotanya Singapura. Karena sabtunya sudah kepake buat lari walau cuma thimak thimik. Lah ternyata ada pemandangan unik yang saya temukan saat sampai di pusat kota Marina Bay Sand. Ada ladang padi di depan Marina Bay Sand. weleh-weleh..iki lakone opo pak pemerintah. Lha Indonesia baru import beras. Singapura malah import se-sawah-sawahnya. Wkwkwk

Beberapa hari kemarin hujan sering turun saat siang. Makanya malam sebelumnya sudah sibuk cak cek cak cek di internet prakiraan cuaca untuk minggu paginya. Infonya hujan akan turun bersama kenangan lama eh bersama gluduk dan petir setelah pukul 11 siang.  wah..berarti gowesnya harus start lebih awal jadinya kalau mau ambil jarak tempuh yang biasanya 40 km pp dan sebelum jam 11 sudah tiba di apartment.

Sebelum tidur semua sudah di siapkan. Biar besok setelah sholat subuh sudah bisa langsung mengayuh si uni. Pagi2 alarm weker berbunyi. artinya hampir jam 6 saat masuknya waktu subuh di sini. Setelah tunai kewajiban jam 6.15 si uni pun ku gowes menembus gelap dan dinginnya subuh. Enak, jalanan sepi dan segar sekali. Tiga puluh menit kayuhanku sampai di pantai east coast. Sunrise tidak bisa terlihat karena awan yang menggelayut sejak malam. Tapi pancaran lampu kapal-kapal besar yang bersandar di perairan singapura membuat rangkaian titik yang bergemerlap di horizon sana. Indah..

Gemerlap lampu kapal yang sedang buang sauh

Jalanan taman east coast walau masih gelap subuh sudah ada goweser dan pelari yang wara-wiri membuang keringat. Kalau gak suka gowes ya lari, kalau gak kuat lari ya gowes. Tapi kok saya malah lihat ada om-om sini yang lari sambil nuntun sepedanya. Olahraga mbok ya gak usah serakah gitu lah om..hehe. Atau mungkin sedang memanjakan sepeda?

ini judulnya sedang memanjakan sepeda.

Hampir jam 8 pagi gowesanku akhirnya sampai di depan Marina Bay Sand. Termegah dan ikonik di singapura dan selalu dipadati wisatawan siang dan malam. Coba datangi saat petang, pelataran MBS yang menghadap teluk akan selalu ramai wisatawan melihat pemandangan malam kota sembari menunggu tontonan laser show nya. Pagi ini saya serasa memiliki keseluruhan pelatarannya yang luas tanpa perlu tersenggol-senggol pengunjung lain.

Saya letakkan tas ransel kecil di samping. Duduk santai di pelataran MBS yang membentuk unggakan tangga yang memanjang dan memandang gedung-gedung tinggi di seberang teluk. Fullerton Hotel apalagi patung merlion pagi ini sudah ramai didatangi pelancong. Lamat terdengar irama keroncong yang terasa dekat, semakin dekat hingga akhirnya kusadar perutku lah yang lagi keroncongan. Wkwk.. Roti sobek isi mentega yang saya bawa pun langsung segera masuk perut. Lumayan untuk mengganjal perut hingga ketemu tempat sarapan nanti.

termenung..di Indonesia tempat spt ini pasti ada yang jual nasi uduk.

Nah..saat akan melanjutkan gowes ke arah seberang teluk inilah saya melihat lapangan di sebelah kiri saya rimbun oleh tanaman padi. iya padi..di depan MBS. Yakin gak yakin takut halusinasi rasa lapar yang mendera saya pastikan pandangan saya. Lha beneran ini ada sawah di tengah kota. Saya dekati dan amati, ternyata bukan padi sungguhan. Batangnya dan daunnya cuma dari plastik. Tapi usaha pengelola untuk menghadirkan sawah di tengah-tengah kota sungguh menarik. Buktinya banyak orang-orang yang sedang lari pun berhenti untuk mengabadikan landscape ini.

Sawah di tengah pencakar langit

Gak mau ketinggalan, hape pun saya keluarkan dan mengambil foto dari beberapa angle yang dirasa bagus. Surprise..de ja vu..feel at home town. Seperti inilah yang saya rasakan menikmati hamparan sepetak sawah di tengah kota singapura. Penawar rindu kampung halaman yang ribuan kilometer di seberang lautan sana. Kalau sudah begini gowes pulang pun terasa ringan, angan pun terbang ke kampung halaman. Akhirnya sampai apartment sesuai perkiraan saya sebelum jam 11. Dan hujan juga masih belum turun tak sesuai prakiraan cuacanya. Begitulah alam…yang penting gowes selalu semangat. Salam.

 

7 Comments Add yours

    1. kayuhanpedal berkata:

      iya dari plastik. kalau saya googling sepertinya ini utk kampanye mereka yang akan membangun gedung pencakar langit berarsitektur terassering macam sawah bertingkat di sekitaran MBS.

      Suka

      1. asambackpacker01 berkata:

        Oh, i see. Singapura bikin yg artifisial, Indonesia bikin yg original. Tapi di Indonesia kayaknya tidak banyak campur tangan pemerintah dalam membangun terasering, coba kalau ikut,mungkin lebih terkenal lagi Indonesia

        Suka

  1. Dyah Ayu Pamela berkata:

    Singapura ada sawah it’s awesome … 😂✌🏻

    Suka

    1. kayuhanpedal berkata:

      saat negeri lain sangat ingin merasakan suasana sawah di desa. tapi kita malah mulai merubah peruntukan lahan sawah menjadi lahan industri.

      Suka

  2. Boru DS berkata:

    Mau dong gowes keliling marina by sand dan sentosa island, kasih infonya ya…

    Suka

    1. kayuhanpedal berkata:

      Siap om.. Mau info spt apa. Semoga saya bisa berikan

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s