Gowes Nanjak ke Km 0 Sentul

KM 0.

Patok dari semen di ketinggian 680 m di atas Sentul Bogor sudah lama bikin saya penasaran. Macam kembang desa sebelah yang terkenal kecantikannya hingga sampai ke sebrang sungai dan ke balik bukit. Bukannya saya gak pernah nanjak ke sana. Sudah beberapa kali ke curug pelangi di dekat situ dan menikmati indahnya pemandangan sentul. Tapi itu saya nanjaknya dengan roda empat di mana saya selalu merasa terkaget-kaget bin kagum dengan goweser-goweser yang kerap saya lewati saat ke sana. Kok ya gowes ke sini ? atau kata orang bule “rich people less jobs” kayak orang kerjaan demikian sodara-sodara terjemahan bebasnya heheh. Ternyata setelah lama ikut komunitas gowes saya jadi paham kalau KM 0 sentul merupakan salah satu rute favorit goweser jabodetabek.

Kamis 15 Februari lalu, kebetulan adalah hari libur saya. Saya nekat ngompor-ngompori om Rifky yang juga sedang libur untuk gowes ke KM 0, dan gayung isi bensin pun tersenggol kompor hingga meledugh. Si Om Rifky mengiyakan ajakan saya. Kemudian satu lagi om Broto saya ajak juga menyusul kami ke sana. Akhirnya kami bertiga sepakat untuk gowes tak gentar nanjak ke KM 0 sentul start dari Cileungsi.

Saya start dari rumah pukul 6 pagi, cuaca pagi itu gak cerah-cerah amat sih. Tapi saya sudah siap sedia kok dengan kaos ganti dan jas hujan jika cuaca menjadi sangat tidak bersahabat. Gowes dulu sepedanya ke arah citra grand cibubur untuk bertemu om Rifky yang sedianya sudah menunggu di sana. Pukul 6.30 pagi om Rifky sudah terlihat di titik kumpul, oles-oles balsem hot and cream sebentar, berdoa dan kami pu lalu cuss gowes ke KM 0.

Rute.
Rute yang kami pilih sengaja menghindari jalan raya utama yang pastinya akan padat dengan kendaraan di pagi hari kerja itu. Dari gerbang citra grand kami masuk ke dalam kompleksnya, keluar lagi lewat pagar kompleks lalu menyusuri jalanan kampung yang sudah terpoles semen, blusak blusuk hingga lalu masuk lagi ke perumahan Bukit Golf Riverside, masuk kampung lagi, dan akhirnya kami berdua gowes menyusuri jalan kampung Cikuda di sisi kanan jalan tol jagorawi ruas bogor Jakarta..

Di daerah Karanggan jalur sisi tol pun berakhir dan kami bertemu kembali dengan jalan raya padat kendaraan. Sepeda kami gowes menyusuri jalan raya Karanggan yang kanan kirinya berdiri pabrik-pabrik yang berselang-seling dengan kampung-kampung di pinggiran cibinong. Terus saja kami gowes hingga sampai di depan gerbang Circuit Sentul. Alhamdulillah sudah sampai sini dan gak mau kelupaan, kami pun langsung ambil foto dengan latar gerbang Circuit Sentul dan mengirimkan ke keluarga dan grup whatsapp kami untuk menambah daya ledak hasil pengomporan nantinya hehehe.

si Patrol di gerbang circuit
Om rifky dan si uni

Mie Bogor yang menggoda.
Selepas Circuit Sentul kira-kira 5 km kemudian kami pun sampai di Hotel Harris Sentul tempat titik kumpul kedua sekitar jam 8.45 pagi. Sesuai kesepakatan, kami mesti menunggu di sekitar hotel sambil menunggu om Broto menyusul kami . Sepertinya tadi baru dua setengah jam gowes, saya sudah gak tahan godaannya gerobak mie kuning bogor yang mangkal di sana. Mie kuning dengan risole dan daging kikil yang terpajang dibalik kaca seakan melambai ke saya minta disantap. Sekalian lahmenunggu kedatangan om Broto saya pun pesan satu mangkok mie bogor, sedikit malu2in sebenarnya. Karena ngakunya sebelum berangkat sudah sarapan eh di sini masih nambah satu porsi mie bogor. Kalah irit konsumsi bahan bakar perutnya dengan om Rifky deh..wkwkwk. wajar dong Kg eh CC nya saya aja lebih gede dari om Rifky. Mangkanya konsumsinya lebih boros di banding yang kecilan.

 

tergoda oleh mie kuning

Icip-icip seporsi mie bogor tak terasa setengah jam berlalu kemudian om Broto pun terlihat melesat melewati kami dengan spesializednya. Gak perlu saya teriakin saya yakin om Broto akan melihat sepeda saya yang sudah beliau hapal lalu otomatis berhenti di depan gerobak mie bogor ini. Ternyata benar apa yang saya kira. Om Broto mengenali sepeda saya dan berhenti lalu kami salam salaman saling tukar kabar dengan saya dan om Rifky yang baru sekali ini gowes bersama beliau.

Masuk ke Sentul city.
Saya lihat digit jam di tangan menunjukkan pukul 9.30 saat kami beranjak pergi dari warung mie dan masuk ke kawasan sentul city. Jalanan sudah berubah mulus dan rimbun dengan pepohonan. Sepeda kami gowes melewati plaza niaga sentul lalu turun melewati terowongan menuju arah Rainbow Hills. Kami memilih nanjak ke KM 0 melalui rainbow hills, karena walaupun tanjakannya lebih panjang dan berjarak sekitar 10 km dari plaza niaga hingga KM 0. Tapi kemiringannya masih beradab lah. Wkwkwk . Lebih beradab dibanding menanjak via kampung bojong koneng yang kemiringanya gak manusiawi banget buat goweser-goweser pencari bahagia macam kami. Rencananya jalur bojong koneng akan kami lalui saat turun pulang dari KM 0.

boulevard sentul city
Tanjakan sebelum belokan ke rainbow hill golf

Gowes melalui jalur ke rainbow hill jalan Cijayanti ternyata asyik juga untuk bisa dinikmati kayuhan demi kayuhannya. Jalanannya bagus dan lebar sehingga gak khawatir rebutan ruas jalan dengan kendaraan bermotor yang lewat. Baru setengah jam menanjak hujan sudah turun , berhenti sebentar untuk memasukkan dompet dan handphone dalam kantong plastik, setelah itu gowes tak gentar pun kami lanjutkan. Enak sekali gowes nanjak di bawah siraman hujan, cuaca menjadi sejuk dan keringat tidak cepat menguap sehingga lumayan mengirit air minum di botol.

rain-rain still ride-ride🤣

Om Broto yang sudah lebih hapal jalur di sini dan punya jam gowes lebih banyak dari kami kerap menyemangati kami saat menyalib di tanjakan-tanjakan ekstrem. “ Ayoo, tinggal ini aja tanjakannya, semangaaat”. Saya yang sudah pernah lewat sisi walau dengan nyetir otomatis membantah . “Gak mungkin om tinggal satu tanjakan, masih 3 km lagi lah” Si om Broto santai aja jawab “Tanjakannya tinggal ini doang kok, di depan mah cuma jalanan miring aja”. Wkwkwkwk.. asyem banget nih.

KM 0 akhirnya tercapai.
Mendekati KM 0. Om Broto sudah jauh mendahului kami berdua. Kami sempatkan berhenti sebentar di tepi jalan yang ada batu sangat besar dan berpemandangan kota sentul dibawahnya dan gunung pancar di sebelah kanan belakang. Hujan masih turun walau sudah tak terlalu deras. Masih memungkinkan untuk foto-foto sebagai dokumen dan bukti betapa indahnya pemandangan di atas sini. Lalu cekrek cekreklah kami di situ.

berhenti sebentar sebelum km0

Saat jam sudah menunjukkan 11.30 siang kayuhan kami sampai di suatu pertigaan . Sebelah kiri terdapat sebuah warung makan, sebelah kanan jalan berdiri bangunan kecil menyerupai poskamling dan di tepi jalan di depan kami terdapat bilah bambu memanjang yang berfungsi untuk memarkirkan sepeda. Dibelakang parkiran sepeda terbentang lembah dengan gunung pancar sebagai latarnya.

Tepat di samping kiri warung ada sebuah patok semen setinggi 50 cm dengan cat merah dan putih dan bertuliskan angka 0. Yess kami sudah tiba di KM 0 yang jadi tujuan kami. Alhamdulillah..

KM 0 accomplished
jahe susu km 0
Om Rifky di KM 0 yg ketiga kalinya

Total jarak dari rumah hingga KM 0 terekam 43 km di Garmin saya. Dengan waktu tempuh total dengan istirahat , menunggu dan lain-lainnya sekitar 5 jam, catatan pemula untuk Km 0.

Gowes itu gak cuma dapat capek.
Entah mengapa saya selalu merasa dengan gowes nanjak ini ada penguatan jiwa yang saya dapatkan. Kesabaran saya dilatih saat meniti kayuhan demi kayuhan untuk menghabisi jalanan miring di depan. Saat ujung tanjakan masih jauh dan nafas mulai habis, mulailah menghela nafas dalam –dalam di sela-sela kayuhan. Di saat itulah oksigen segar terasa mengalir ke kepala dan pikiran pun jadi jernih. Ini lah mengapa manusia selalu dianjurkan untuk menghela nafas dalam-dalam saat emosi sedang terguncang. Tujuannya: agar pikiran yang jernih terbentuk kembali dan emosi pun teredam.
Lalu saat tiba di puncak tanjakan dan terhampar pemandangan yang luas di bawah mengelilingi diri ini yang hanya kecil dan sendiri . Subhanallahu Maha Besar Allah Pencipta alam raya. Kenapa juga ya kita kadang menjadi sombong diri dan lupa bersyukur ?

Kembali ke gowes tadi, hujan gerimis masih mengguyur sekitar KM 0. Sepeda kami sandarkan di dinding warung sementara tiga gelas jahe susu panas kami pesan untuk menghangatkan badan ini.

Saatnya turun.
Walau sudah jam makan siang, istirahat kali ini tidak untuk makan besar. Sekedar minum jahe susu hangat dan sebungkus roti kami anggap cukup. Sekitar pukul 12 siang kami mulai turun dari KM 0 ke sentul melalui jalan bojong koneng. Jalanannya lebih curam dan berkelak kelok benar-benar membutuhkan konsentrasi tinggi dan kondisi rem yang bagus. Apalagi kami turun saat gerimis dan jalanan basah terguyur hujan.

Sebenarnya pemandangan di kanan kiri jalur bojong koneng lebih bagus dibanding jalur naik melalui jalan cijayanti. Tapi ya itu tadi, kondisi hujan dan kecepatan turun yang cukup tinggi serta belum hafalnya saya akan tikungan-tikungannya membuat saya menghindar untuk sering melihat kanan dan kiri. Pokoknya mata mesti fokus ke depan, grip rem selalu tertekan dan waspada tajamnya belokan. Agak dredeg juga ini jantung melihat jalanan curam dan licin dengan belokan belokannya. Terlambat mengerem bisa wassalam saya.

Alhamdulillah turunan bojong koneng selesai dilewati dengan selamat dan kami pun memilih jalan babakan madang sebagai jalur pulang. Istirahat makan di warung nasi depan Polsek dengan pilihan menu sop iga sapi untuk menghangatkan badan. Kembali lanjut gowes hingga mendekati hotel harris saat kami berhenti untuk menunaikan sholat zhuhur. Setelah istirahat sholat gowes kami lanjutkan dengan ditemani irama rintik hujan yang perlahan jatuh semakin menderas. Tanjakan saja tak menggentarkan kami Insya Allah rahmat deras hujan juga tidak menyurutkan gowesan kami hingga akhiornya tiba di rumah pas saat azan Ashar. Syukur Alhamdulillah kami semua tiba dengan selamat hingga rumah masing-masing dengan rasa puas atas tuntasnya rasa penasaran pada Km 0.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s