Curug Ciherang dan Rumah Pohonnya Pilihan Wisata Murah dan Indah berlokasi di Bogor

Di Bogor itu terkenal ada dua puncak loh. Puncak kesatu ada di atasnya Gadog yang macetnya terkenal juara satu. Puncak kedua ada di atasnya Jonggol yang pemandangan sepanjang jalan tiada duanya. Kalau bosan dengan puncak gadog. Pilihan wisata ke Curug Ciherang di Puncak dua merupakan alternatif yang patut di coba nih sobat.

Lokasi Curug Ciherang

Curug Ciherang secara administratif berada di desa Wargajaya kecamatan Sukamakmur kabupaten Bogor. Lokasinya yang berada di dataran tinggi membuat udara di sini sejuk sekali. Tapi berbeda dengan kesejukan di Puncak yang dikotori oleh bising kendaraan, di Curug Ciherang Puncak dua kita bisa mendapatkan suasana yang lebih hening dari deru mesin dan knalpot. Plus pemandangan puncak pegunungan Batu jonggol di sisi utaranya.

Menuju ke Lokasi

Di pagi hari sabtu itu cuaca terlihat bersahabat sekali untuk beraktifitas luar rumah. Masing-masing dari kami masih sempat habiskan pagi itu dengan berolahraga di dekat komplek perumahan, bahkan saya masih sempat menemani istri untuk belanja di pasar dekat rumah. Sudah kebayang deh kesibukan istri nantinya di dapur sepanjang hari itu. Biar gak bosan maka terbetiklah ide di kepala saya untuk mengajak anak dan istri untuk berpetualang ke curug yang ada di Puncak dua jonggol.

Jam 10 an saya pun mengarahkan kendaraan saya ke arah jonggol. Di dekat kota jonggol saya belokkan setir mobil ke kanan menuju alun-alun kota jonggol. Cukup mudah untuk menuju curug ciherang dari kota Jonggol karena papan petunjuk arah selalu ada di setiap pertigaan. Apalagi ini jalur favorit para goweser di sekitaran cibubur cileungsi.

Dari alun-alun jonggol setelah terlihat petunjuk arah ke Dayeuh sukamakmur. Mobil pun saya gas ke nanjak terus ke selatan hingga 20km kemudian saya melewati pasar Dayeuh Sukanegara. Setelah pasar Dayeuh saya bertemu pertigaan pertama. Ke kanan tertulis arah ke Sentul Citeureup, ke kiri tertulis arah ke curug cipamingkis, Gunung Batu Mekarwangi. Saya belokkan setir mobil  ke kiri. Sepanjang jalan konturnya menjadi lebih banyak nanjaknya daripada turunnya. Tapi pemandangan bentang alam di lereng pengunungan Jonggol dengan sawah-sawah bertingkat hijau menyegarkan mata banget. Di kejauhan menjulang kokoh gunung batu jonggol. Pemandangan khas pedesaan di kaki dan lereng gunung ini sepertinya agak susah kita temukan di jalur Gadog puncak yang sudah dipenuhi oleh villa-villa dan restauran di sepanjang jalan.

Bentang alam sawah dan gunung tersuguhkan di perjalanan ke curug ciherang.

Pemandangan cantik di kanan kiri memuaskan mata dan menyegarkan kepala saya hingga kepenatan kerja seakan pyaar..buyar dan siap diisi ulang kembali. Enam kilometer setelah melewati suguhan alam yang indah ini kemudian ada pertigaan kedua. Ke kiri menuju ke Gunung Batu, ke kanan menuju ke Pinus dan Ciherang. Mobil pun saya belokkan ke kanan. Nah setelah belokan ini jalanan akan banyak tanjakan curamnya. Bahkan ada beberapa titik tanjakan motor pun harus didorong saking curamnya tanjakan yang harus dilewati. Tapi..setiap tanjakan di ujungnya pasti ada pemandangan yang indah. Every climb  is worth for the view.  Begitulah rute ke ciherang ini. Beberapa kilometer setelah melewati tanjakan-tanjakan yang berkelak kelok. Kami pun sampai di Gerbang Agro wisata Curug Ciherang Puncak dua.

Gerbang Penanda lokasi Curug Ciherang dengan Rumah Pohonnya

Lokasi jalan masuknya yang berada di lereng pegunungan. Membuat sejauh mata memandang adalah lembah terhampar di bawah dengan latar gunung batu di kejauhan. Saya merasa pilihan wisata kami kali ini justru berpemandangan yang lebih ciamik daripada di Puncak satu yang penuh macet itu.

Lembah menghijau di bawah
Lepas sejenak dari gedung pencakar langit yang angkuh. Nikmati kedamaian pegunungan jonggol.

Tiket Masuk dan Fasilitas di Wisata Curug Ciherang.

Kami berlima hanya diminta membayar untuk 4 orang dewasa dengan tiket 20 ribu rupiah perorang dewasa, dan 5 ribu rupiah untuk parkir mobil. Cukup murah bagi kebanyakan kita. Apalagi fasilitas di dalam wisata ini cukup lengkap untuk liburan bersama keluarga maupun taman-taman akrab. Dekat tempat parkiran mobil ada satu restoran besar dengan bergaya kapal titanic dengan ujung buritannya sebagai tempat swafoto berlatar belakang lembah dan gunung.

Perut kami yang sudah keroncongan setelah dua jam perjalanan dari Jonggol meminta untuk segera di isi. Cukup murah kok makan berlima di sana. Saya hanya perlu merogoh kocek 160 ribu rupiah untuk menu ayam dan sotong goreng dengan sayur asamnya dan kami pun siap mengeksplore wana wisata Curug Ciherang.

Restoran yang kelihatannya baru saja diresmikan. Cukup murah untuk mendapat menu yang mengenyangkan.

Wana Wisata Curug Ciherang walau daya tarik utamanya adalah air terjun dan rumah pohon yang disambungkan oleh jembatan unik. Saat kami datang terlihat sudah menata diri dengan lebih banyak lagi tawaran wahana untuk bersenang-senang para pengunjungnya. Beberapa yang bisa saya dapatkan informasinya saya coba rangkum di bawah ini.

– Flying fox dan jembatan goyang

– masuk ke rumah hobbit

– lokasi camping dengan tarif sewa tenda mulai Rp 100rb/malam.

– Cottage 4 bed dengan tarif sewa mulai Rp 800 rb permalam

tertarik untuk menginap di sana? bisa hubungi nomor marketingnya di 081315005016 / 081289925596.

Pengunjung bermobil diharuskan berhenti di lokasi parkir lalu lanjut berjalan kali 1.3km ke Lokasi Curug. Takut capek? jangan khawatir. Pengelola menyediakan mobil antar jemput kok. Dengan membayar 3 ribu rupiah pengunjung akan diantar ke dekat curug dan dijemput kembali ke parkiran mobil. Kalau untuk motor malah bisa masuk hingga ke parkiran motor yang berada lebih di atas dan lebih dekat dengan curugnya.

Jembatan goyang dan Flying Fox juga ada
Teras resto dengan pemandang lembah dan gunung
bagai kapal yang terdampar di gunung
Taman cantik di dalam wana wisata ciherang
Rumah Hobit dan cottage-cottage kecil juga sudah dibangun oleh pengelola.

Setelah turun dari mobil antar jemput odong-odong, semacam minibus tipe pick up yang dimodifikasi dengan tambahan kursi di bak belakangnya. Pengunjung masih harus menaiki anak tangga sejauh 300m lagi menuju daya tarik pertama wana wisata ini yaitu Rumah Pohon. Tapi udara yang sejuk dan pemandangan di sisi kanan berupa lembah yang indah menghijau membuat paru-paru ini terasa penuh oksigen segar untuk menapaki anak-anak tangga di depan.

Rumah Pohon dan Curug Ciherang.

Setelah 300m menaiki anak tangga dari susunan batuan besar, sampailah kita di lokasi rumah pohon. Yang dimaksud ternyata adalah pohon alami yang sangat besar yang dibuatkan lantai dua tingkat dari kayu cukup untuk berdiri 4 orang. Antara tebing ke rumah pohon dihubungkan oleh jembatan kayu cantik berwarna merah. Lokasi jembatan inilah yang menjadi favorit para pemburu swafoto. Tapi tidak gratis untuk masuk ke rumah pohon. Yang ingin naik musti membayar tiket 3rb perak dan dibatasi jumlah orang yang bisa naik dalam sekali waktu. Sehingga keselamatan cukup terjaga di sini. Jika anda tidak membawa kamera atau telepon genggamnya tidak dilengkapi fitur kamera yang baik. Bisa membayar jasa foto sekali jadi yang tersedia di sana dengan ongkos 15rb per foto yang dicetak.

Lokasi parkiran motor yang berada dekat dengan rumah pohon. Di sini juga ada warung makan dan minuman hangat.

 

Rumah Pohon. Cantik juga buat foto bersama orang-orang terdekat
dari rumah pohon masih 70m lagi meniti anak tangga ke atas

Akhirnya setelah berpuluh2 anak tangga kami jejaki sampai juga di Curug Ciherang. Letaknya yang  di dasar lembah membuat kita harus hati-hati memilih pijakan kaki untuk turun dari batu ke batu. Air terjunnya setinggi kira-kira 20m menghujam deras ke bebatuan dibawahnya.

Curug Ciherang yang sejuk

Banyak pengunjung yang turun ke bawah untuk menikmati sejuknya berendam di aliran air terjunnya atau sekadar duduk-duduk menikmati derasnya air terjun yang tak hentinya menghujam bebatuan di bawahnya.

Duduk menikmati indahnya sebuah harmonisasi gemuruh air terjun, angin lembah serta suara burung membuat saya betah berlama-lama menyegarkan isi kepala ini. Allah sungguh bermurah hati pada mahluknya dengan menyuguhkan atraksi alam yang sangat indah melalui air terjun ini. Namun kadang ego manusia menuntut alam untuk mengalah pada nafsu serakah pembangunan. Nafsu serakah yang menghabiskan sumber daya dan keindahan yang patutnya kita wariskan pada anak cucu kita. Jadi berdoalah.. Semoga Tuhan tidak mulai bosan dengan tingkah serakah kita. Maka marilah berwisata dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Catatan.

Harga tiket masuk wanawisata : Rp 20rb.

Harga tiket masuk rumah pohon: 3 rb

Ongkos minibus antar jemput: 3 rb.

Rute ke Lokasi.

via cibubur : keluar tol cibubur mengarah ke alun-alun jonggol. lalu belok kanan ke arah dayeuh sukamakmur. Setelah pasar Dayeuh Ada pertigaan belok kiri ke arah Gn Batu Mekarwangi. Setelah 6km ada pertigaan belok kanan ke arah pinus ciherang. Curug ciherang 4 km dari situ.

via citeureup: Keluar tol citeureup cibinong belok kiri ke arah jl. mayor oking, ke arah wihara hok tek bio sukamakmur (pertigaan belok kanan), lanjut terus hingga pertigaan yang mengarah ke Gunung Batu Mekarwangi, lalu belok kanan lagi di pertigaan ke arah pinus ciherang.

Lokasi Google maps: Curug Ciherang.

6 Comments Add yours

  1. Badrul Mozila berkata:

    Pantes puncak kalau lagi musim liburan gini selalu rame dan suka bikin macet, ternyata begini toh yang ada di daerah puncak Bogor? belum kesampean ke puncak neh saya, padahal punya temen yang rumahnya di Bogor.. hmm tapi liat lewat blog kayuhpedal aja udah lumayan ngobatin.. hahahaaha…

    Suka

    1. kayuhanpedal berkata:

      macet nya malesin om. harus pandai pilih waktu berkunjung biar gak kena macet

      Disukai oleh 1 orang

  2. Dyah Ayu Pamela berkata:

    Ini tempat IGers banget, adek saya sempet kesini katanya mau foto aja antri gitu 😂.. mungkin krn deket dari Bogor banyak yg kesini

    Disukai oleh 1 orang

    1. kayuhanpedal berkata:

      waktu kami datang sabtu itu pengunjung tidak terlalu padat sih. dan sengaja tidak memilih minggu biar lebih nyaman menikmati alamnya.

      Disukai oleh 2 orang

  3. asambackpacker01 berkata:

    Ada beras varietas Ciherang.apa mungkin benihnya dari situ ya

    Disukai oleh 2 orang

    1. kayuhanpedal berkata:

      wah..bisa jadi tuh. karena banyak sawah2 menghijau di sana.

      Disukai oleh 3 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s