Sepeda, sang mesin yang memberikan kekuatan fisik dan mental kepada manusia untuk melintasi jarak dan waktu sedang dirayakan dengan akbar pada hari itu sabtu 22 April di Tasikmalaya.

Dari info yang saya dapat. 3000 an serdadu gowes dari seluruh penjuru jawa dan pulau lain menuju satu titik di tasikmalaya pagi itu, alun-alun kota yang menjadi start TDP 8. Young guns dan veteran dengan wajah-wajah antusias berbaris memadati jalanan sebelum garis start.

Selesai subuh. Saya bergegas membereskan sepeda, bekal dan alat-alat yang perlu dibawa ke dalam tas shimano di rak belakang sepeda.

DSC_0033_20170424190202285
Hotel Setuju yang resik

Matahari baru terbit saat saya keluar hotel Setuju tempat saya menginap malam sebelumnya.  Lokasi hotel yang lumayan jauh 3.5 km dari start akhirnya saya dapatkan satu minggu sebelum event TDP8 saat hotel-hotel lain yang lebih dekat dari start sudah fully booked.

Saya lirik jam di tangan sudah pukul 6.15 saat sepeda saya kayuh menuju hotel wijaya kusumah untuk menjemput om Broto lalu lanjut ke mesjid agung tasik, menemui rekan-rekan goweser dari Komunitas Gowes Cileungsi KGC. Pagi itu kami ber dua belas siap mengikuti TDP 8.

DSC_0039-01_20170424071021390_20170424190113306
Melipir sebentar di depan Hotel Harmoni sebelum start
DSC_0050_20170424190146434
Di depan masjid Agung tempat berkumpul goweser luar tasik

Kumpul sejenak, sarapan dan briefing kami lalu menuju titik start di sebelah alun-alun yang cukup dekat dari masjid.

DSC_0053
Foto Keluarga KGC di depan Masjid Agung Tasik
DSC_0059
Trio KGC di titik start

Ratusan dan mungkin ribuan nantinya goweser sudah dan akan berkumpul di dekat alun-alun sabtu pagi itu. Dari rundown panitia bendera start rencana nya akan dikibarkan pukul 7.30 pagi. Namun dari pukul 7 kurang sedikit kami sudah tiba di sana.

Kemeriahan sangat terasa, antusiasme goweser untuk menjalani rute klasik TDP 8 terlihat di wajah-wajah peserta. Ada beberapa lady goweser yang memakai kebaya sekaligus untuk memeriahkan hari kartini yg jatuh sehari sebelumnya.

DSC_0065_20170424151545301
Ibu gowes kartini. Dengan semangat habis tanjakan terbitlah turunan.

Ajang ini juga menjadi semacam reuni dan wadah silaturahmi antara teman lama yang tidak pernah bertemu dan gowes bareng sebelumnya. Seperti saya yang di event ini berkesempatan bertemu dengan om Ipung, mantan rekan kerja di kantor saya yang lama. Semua bicara tentang sepeda, tentang rute. Saya mendengarkan bincang-bincang para senior gowes dalam umur dan pengalaman, tidak ada yang berbicara tentang sakit tahunan yang diderita, encok yang kadang menyerang sendi, atau curcol sedih apapun itu. Semua orang-orang yang saya lihat di sana kompak berbicara tentang sepeda dan kesibukan komunitas nya saat weekend.

Akhirnya pukul 8 pagi bendera start dikibarkan. Diiringi raungan sirene motor polisi Kang Emil secara simbolis memulai kayuhan pertama TDP8 ini sejauh 1 km. Lalu peserta pun resmi menjalani rute tasik pangandaran ini.

Walaupun rute tahun ini masih sama dengan rute tahun lalu, namun buat goweser setiap rute selalu merupakan kilometer yang baru. Dengan suasana baru dan teman yang baru.

Tidak seperti TDP dua tahun lalu yang saya ikuti apa adanya. Tahun ini saya pelajari elevasi rutenya melalui website GPS Equalizer. Saya catat di kilometer mana tanjakan ekstrem tepung kanjut dan Emplak berada. Karena saya tahu, di setiap event touring selalu saja ada dua tipe goweser ekstrem. Ekstrem pertama adalah yang berlatih rutin dengan keras untuk mencapai hasil tercepat. Ekstrem kedua adalah goweser dengan persiapan secukupnya dan berharap mendapat pengalaman terbaik yang berkesan bagi dirinya. Saya berada diantara keduanya. Saya pelajari kesulitan-kesulitan yang dapat muncul dan berharap semua berjalan baik hingga titik finish. Target tambahan: lebih cepat dari catatan tahun lalu.

Rute kali ini sepanjang perjalanan selalu dinaungi oleh sinar mentari yang cerah dan berubah menjadi terik yang menyengat saat siang.  Batas kota tasik pun terlewati, lalu kota ciamis, lalu kota banjar. Penduduk setempat juga antusias menonton TDP8 ini terutama anak-anak kecil yang selalu minta toss tangan kepada setiap goweser yang lewat.

Logistik tidak ada masalah sepanjang rute. Mini market dan warung penduduk bertebaran di sepanjang perjalanan. Saya lirik jam di tangan sudah pukul 10 saat tanjakan Tepung Kanjut terlewati.

Bersyukur kondisi badan masih fit saat melewati Tepung Kanjut. Sepeda terus saya arahkan hingga pos pertama di banjarsari setelah menempuh 60km. Saya tiba di pos 1 saat pukul 11.15. Jauh lebih cepat dibanding saat ikut TDP sebelumnya yang tiba di sana kira-kira pukul 1 siang.

Nasi timbel dengan lauk ayam goreng dan bihun yang disediakan panitia terasa sangat nikmat di lidah. Selera saya banget.. Makan siang dan istirahat sebentar saya lalu kembali melanjutkan perjuangan. Masih 50 km lagi dengan kontur tanjakan yang harus di libas di depan sana.

Istirahat sebentar untuk menunaikan sholat di salah satu mushola pinggir jalan saya gunakan untuk mengabarkan orang rumah posisi terakhir saya. Kabar baiknya kondisi badan masih fit. Sedikit kabar buruknya ada WA masuk yang mengabarkan kerabat dekat sedang masuk ICU RS Gatot Subroto Jakarta. Semua membuat saya bertekad untuk meyelesaikan TDP ini sebelum jadwal bis terakhir berangkat ke terminal kampung rambutan. Melenceng dari rencana awal saya untuk menginap semalam di pantai lalu gowes wisata bersama rekan KGC.

Perjalanan berlanjut dengan segala pain and gainnya. Pain nya adalah saat muncul gejala kram di paha lalu saya akan berhenti sebentar untuk merenggangkan otot. Gain nya adalah saat suguhan pemandangan bukit dan sawah menghijau nun jauh di tepi jalan dan penduduk setempat yang ramah menyemangati para peserta.

Jam di tangan sudah pukul 2.45 saat akan melewati tanjakan emplak yang terpanjang (4km) dan tertinggi puncaknya (150m), segmen paling ekstrem di rute TDP ini.

Pada saat saya akan memasuki tanjakan emplak ternyata rekan-rekan goweser KGC sudah banyak yang tiba di finish. Luar biasa sekali master-master tersebut. Banyak ilmu dan motivasi yang saya dapat dari mereka. Tambahan suntikan semangat dari grup WA KGC membuat saya bisa mencapai puncak tanjakan emplak saat jam sudah pukul 3.15 sore. Garis finish masih 15 km lagi. Tapi tinggal turun ke bawah lalu sampai di segmen landai jalan Pangandaran.

Turunan emplak yang panjang berkelok dan asyik itu tidak dapat saya maksimalkan kecepatan si Patrol karena banyaknya kendaraan yang perlahan melewati turunan emplak yang berkelok. Tapi tak mengapalah  tak dapat keuntungan maksimal saat menurun, keselamatan tetaplah yang utama.

Sesampai di jalan Pangandaran, tujuh km menjelang finish lapar melanda. Entah  kenapa perut terasa lapar sekali saat itu. Adanya warung-warung bakso dan mie ayam di sepanjang jalan mungkin memicu efek lapar ini. Mulai dari lapar mata lalu turun ke perut. Aroma kuah bakso dan tumpukan pentol-pentol bakso urat di gerobak benar-benar merusak mood dalam memacu sepeda saya sore itu. Akhirnya saya tergoda, menyerah dan mampir sejenak untuk memuaskan perut yang lapar ini. Semangkok bakso urat pun habis dengan cepat. Secepat kayuhan lanjutan saya menuju titik finish di pantai Pangandaran.

Alhamdulillah pukul 4 sore saya sampai titik finish. Lebih cepat dari catatan TDP saya sebelumnya. Persis seperti kata pembalap 3 kali juara Tour de France Greg leMond: ” It never gets easier, you just faster”. Kilometer dan tanjakannya tidak menjadi lebih mudah. Kita hanya menjadi lebih cepat, lebih baik, di rute yang sama.

Swafoto narsis seperlunya di spot finish yang disediakan panitia dan tak lupa di depan tulisan Pangandaran Sunset, rasanya puas dan pupus semua lelah sepanjang jalan tadi. Saya lalu berkumpul kembali dengan rekan-rekan KGC dan memberitahukan rencana saya untuk langsung menuju terminal pangandaran dan pulang ke rumah. Om Broto dengan baik hati menawarkan untuk membawa sepeda saya di mobilnya sehingga saya dapat segera pulang sore itu menggunakan bis malam. Memang semboyan satu sepeda sejuta sahabat sangat terasa di dunia gowes deh, bukan sekedar jargon. Setelah menghaturkan beribu-ribu terima kasih atas tawarannya. Saya pun membenahi sepeda agar bisa segera masuk ke dalam mobil om Broto.

Tanpa sempat mandi dan berganti pakaian saya pun menuju terminal pangandaran dengan “memaksa” pemuda setempat untuk menjadi ojek dadakan saya. Saat tiba di terminal, bis Merdeka keberangkatan pukul 6 sore sudah siap menunggu dengan beberapa goweser TDP8 sudah di dalamnya. Bis pun berangkat sesuai jadwal. Suara keras dari sound sistem bis yang memutar video organ tunggal dangdut tetap tidak dapat menghalau kantuk di kepala dan saya pun tertidur. Setelah 10 jam di atas bis. Saya pun menjejakkan kaki di terminal kampung rambutan pada jam 4 pagi. Alhamdulillah tiba di rumah sebelum adzan subuh berkumandang. Kali ini terasa sekali TDP8 sebagai perjuangan melintasi kota bagi saya. Beberapa moment yang sempat saya rekam kiranya pembaca ijinkan saya untuk berbagi di bawah ini. Dan akhirnya..sampai jumpa di TDP berikutnya. Semoga Allah berikan saya kesehatan dan kemampuan untuk mengikutinya lagi. Salam gowes.

DSC_0064_20170424151558751_20170424185130455
Drone pun beraksi
DSC_0068_20170424151529490_20170424185346664
Bendera khas Fede club
DSC_0075_20170424062936742_20170424151458223_20170424185614327
Start pun dimulai dengan letupan kertas yg beterbangan
DSC_0076_20170424190240178
Kang Emil pun berpartisipasi secara simbolis
DSC_0093-01_20170424150851668_20170424190058382
Satu segmen jalan mulus dan lurus
DSC_0085_20170424151414848_20170424185643806
Klub Sapedahan Ngubek Bandung

DSC_0080_20170424151442029_20170424185629461

DSC_0120_20170424190217721
Token of appreciation: selamat anda telah melewati tanjakan tepung kanjut

DSC_0116-01_20170424150930901_20170424190036924

DSC_0154-01_20170424151113938_20170424185919874
Pemberitahuan tanjakan emplak menunggu di depan
DSC_0097_20170424151346625_20170424185724288
Memasuki kota Banjar
DSC_0092_20170424151400547_20170424185707521
Kala Tasik berbisik selamat jalan goweser

Pemandangan indah sejauh mata memandang.

DSC_0110-01_20170424150916376_20170424190047860DSC_0122-01_20170424150945640_20170424190022002DSC_0129-01_20170424151000077_20170424190009797DSC_0141-01_20170424151018451_20170424185957359DSC_0145-01_20170424151046348_20170424185945374DSC_0150-01_20170424151100571_20170424185932487

DSC_0157_20170424151310978_20170424185759847
Akhirnya..puncak tanjakan emplak
DSC_0158_20170424151253307_20170424185813991
Lapar datang saat menjelang finish
DSC_0162-01_20170424151146776_20170424185907450
Alhamdulillah ..finish di pangandaran
DSC_0173-01_20170424151158721_20170424185855185
Patrol pantai
IMG-20170424-WA0003-01_20170424151229936_20170424185840816
Foto keluarga KGC yang luar biasa catatan waktunya
IMG-20170424-WA0001-01_20170424151241061_20170424185827001
Kompak selalu
DSC_0132_20170424151324700_20170424185747632
Pembagian nasi timbel di Pos 1 banjarsari. Maknyus timbelnya.