Pekan ini tidak pulang ke Indonesia. Maka ini kesempatan untuk gowes pagi eksplorasi Singapura. Kali ini saya ditemani om Arief yang juga sedang tak balik kampung.

Rencananya kami akan gowes ke sisi utara Singapura, berangkat dari sisi timur tempat kami tinggal di selama di singapura. Janjian berangkat pukul 7.30 pagi tapi akhirnya molor jadi jam 8.15. Biasalah tipikal orang Indonesia jika buat janji (bukan saya loh, hehe).

Karena lama menunggu kedatangan si om Arief. Saya jadi sempat melihat-lihat suasana pagi di bedok reservoir tempat temu kumpul kami. Ramai orang jogging di sekeliling danau. Ada beberapa orang terlihat asyik dengan pancingnya. Mancing saat pagi dengan suguhan pemandangan danau yang kalem menyejukkan serta jernih itu luar biasa menenangkan pikiran. Ikan yang didapat saat memancing ya anggap saja sebagai bonus.

DSC_0236-01
Bedok reservoir yang kalem tapi menghanyutkan pikiran

 

Setelah partner gowes pagi itu datang. Dimulailah kayuhan sepeda kami. Gowes ke arah lebih timur lagi lalu belok ke utara melalui kawasan peternakan, pembibitan dan pelatihan hewan Pasir Ris farmway. Jalan di sini lebar tapi sepi dari kendaraan saat pagi. Selalu menjadi pilihan rute goweser dari sisi utara lalu ke timur dan sebaliknya.

DSC_0237
Jalan Pasir Ris Farmway yang lebar dan sepi. Dengan pohon-pohon peneduh di sisinya

 

Namanya juga kawasan peternakan dan pelatihan hewan. Aroma pakan ternak menusuk hidung saat melintas di sini. Di tepi jalan anjing-anjing tegap, besar dan berbulu tebal yang indah sedang diajak keluar jalan-jalan pagi oleh karyawan peternakan. Seperti pepatah..anjing menggonggong goweser terus mengayuh. Akhirnya kami tiba di jembatan lorong halus. Hehehe nama yang serem ya. Memang konon jembatan ini diberi nama mengikuti jalan setapak kecil tepat di dekat jembatan tersebut yang dipenuhi pohon dan semak belukar tinggi di kanan kirinya seakan membentuk lorong. Dulu saat belum ramai dilintasi goweser banyak penampakan mahluk-mahluk halus di sekitar sini yang hobi mengganggu pelintas yang lewat. Tapi itu dulu..sekarang mahluk halusnya mungkin malah ikutan hobi gowes, sudah gak sempat mengganggu goweser yang lewat. Hehehe.

DSC_0238-01

DSC_0295
Jembatan lorong halus dengan bendungan punggol di latar belakang

Jembatan sepanjang 200 m ini dibangun di atas punggol serangon reservoir yang memanjang dari timut ke barat. Di sisi utaranya terletak wilayah Punggol. Setelah menyebrangi jembatan terlihat makin banyak warga yang sedang beraktivitas olahraga pagi atau sekedar menikmati segarnya udara pagi.

Lokasinya  yang jauh dari jalan raya dan di tepi kanal buatan serta dilengkapi  dengan bangku beton dan kanopi untuk beristirahat membuat tempat ini menjadi lokasi favorit warga di bagian utara Singapura untuk menghabiskan pagi.

DSC_0247-01

DSC_0245-01
Bangku  dan kanopi di tepi kanal untuk bersantai ala pantai

 

Di sisi kanan dan kiri kanal berdiri apartment dan kondominium terbaru dengan taman-taman hijau dibangun antara bangunan apartment dan kanal. Jalanannya di pisahkan antara jalur untuk jogging dan jalur untuk bersepeda. Di tepi kanal, di antara apartment-apartment di sini terdapat konter penyewaan sepeda. Mau lari atau bersepeda di sini? Semua tersedia. Tinggal merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menyewa sepeda.

DSC_0242

DSC_0241
Mau jogging atau bersepeda tinggal pilih. Jalurnya tersedia

Di sini kami bertemu dengan om syaiful yang juga berencana untuk gowes bersama. Dari punggol lalu perjalanan di lanjutkan ke arah Seletar. Untuk ke sana terpaksa kami harus kembali masuk ke jalan raya yang siang itu sudah ramai oleh truk-truk besar pengangkut pasir untuk konstruksi di wilayah seletar. Pedes mata dan hidung oleh butiran-butiran pasir yang berterbangan saat truk besar melintas.

Lama juga kami gowes dibawah terik dan debu-debu pasir jalanan. Setelah kawasan konstruksi terlewati. Jalanan jadi lebih enak untuk dinikmati. Panjang dan panas sekali jalanan North Seletar Link ini. Tak disangka, di sisi kiri jalan saya melihat adanya satu landasan pesawat terbang!  Saya yang baru pertama lewat daerah sini ternyata ‘kudet’ kurang update. Di sini memang ada bandara komersil kecil Seletar Airport. Berbeda dengan Changi Airport, Seletar hanya melayani penerbangan menggunakan pesawat kecil tipe foker atau jet pribadi.  Saya diberitahu teman salah satu maskapai di Seletar juga melayani penerbangan ke Pekanbaru menggunakan Fokker. Tapi tak ada informasi penerbangan ke Jakarta dari airport ini.

DSC_0262-01
Seletar Aiport, bandara komersil selain Changi Airport. Seperti halim dan soetta di Jakarta.

Jalan di depan airport ini lebar dan lurus. Tak heran banyak road biker yang melintas di sini. Kecepatannya?  Wuss wuss lah pokoknya,  sebanding dengan harga mahal sepedanya. Kadang saya dapat cerita kalau komunitas road bike di Singapore dalam sehari bisa menamatkan 2 kali RTI (round the island). Berapa jarak satu RTI?  110  hingga 120 km!  itu dengkul dari tulang atau besi yak.

Dari Seletar Airport kami lalu menyebrangi lower seletar reservoir hingga ke Yishun. Sempat masuk ke dalam kompleks padang golf Orchid Club. Hebat juga goweser seperti kami diijinkan masuk ke sana. Apa karena kami mengekor di belakang goweser Bule yang masuk ke sana ya hehehe. Saya pikir itu bule mestinya warga sekitar situ yang ingin main golf tapi dengan bersepeda dari rumahnya. Stik golfnya dia panggul? Ya enggaklah. Paling dia sudah letakkan di klub house nya.

Muter-muter di komplek golf house gak bisa lihat apa-selain mobil-mobil mewah terbaru dan bangunan-bangunan resort. Padang golfnya sendiri tertutup oleh bangunan dan pagar tinggi. Akhirnya kami putar arah keluar ke jalan besar lagi.

Selepas masuk ke jalan besar lalu kami menyusuri Yishun road. Lalu kami melihat danau dan taman besar di sebelah kiri jalan. Ternyata kami sudah sampai di lower seletar reservoir.

Danaunya luas dan jernih. Siang itu ada beberapa grup atlet perahu naga sedang latihan. Saya lihat sebuah drone terbang di atas perahu mendokumentasikan latihan hari itu. Jadi terpikir kapan ya saat kami gowes ada yang merekamnya dengan drone. Mesti ciamik itu hasilnya. Sekarang ini baru bisa pakai video buatan laman relive cc seperti pernah saya post sebelumnya di sini.

DSC_0273-01

DSC_0274-01
Seletar reservoir dengan anjungan berkanopi di atas danau yang luas

 

Danau seletar atau di sini disebut seletar reservoir  menjadi tempat rekreasi warga singapura di wilayah utara. Di tepi danaunya ada kolam kecil dengan pancurannya untuk anak-anak bermain. Dikelilingi oleh pohon-pohon teduh dengan rerumputan dibawahnya. Tinggal bawa tikar lalu gelar deh. Cocok buat leyeh-leyeh saat siang hari dengan angin semilir sampai terkantuk-kantuk.

DSC_0281-01

DSC_0283-01
Paling enak di sini ya gelar tiker rebahan hingga terkantuk-kantuk sembari melihat para atlet berolahraga

 

Cukup lama kami istirahat di danau Seletar ini. Rindangnya pepohonan di sini bikin ‘mager’,  gitu kali ya singkatan orang jakarta untuk ‘malas gerak’. Matahari semakin meninggi kami lalu beranjak meninggalkan danau dan gowes balik ke arah timur kembali. Berhenti di restoran roti prata Thohirah di jalan Kayu yang terkenal seantero singapura untuk makan siang mengisi perut yang sedari pagi baru terisi mie porsi kecil. Kami pesan roti prata dengan isi yang berbeda-beda: keju, bawang, dan telor. Laper?  Iyalah pake banget. Ditambah dengan rasa penasaran dengan kabar yang beredar tentang enaknya prata di sini.

20170318_115218
Roti prata jalan Kayu yang terkenal akhirnya kesampaian juga

Gosipnya ternyata benar. Pratanya enak, gurih apalagi di goreng dengan olive oil. Kholesterol ke laut dulu deh sana.

Kenyang dengan makan siang prata dan minum es bandung – es sirup rasa daun mawar dengan campuran susu kental lalu diaduk hingga rata warna merah susunya. Kami lalu lanjut bergerak menuju kediaman om syaiful yang tinggal tak jauh dari restoran ini. Mampir di apartment om syaiful untuk sholat dzuhur dan mendinginkan dengkul dan kepala dari teriknya hari itu. Akhirnya kami tertidur juga hingga ashar tiba. Lumayan panjang istirahat gowes kami hari itu. Beres menunaikan sholat kami lalu pamit ke tuan rumah untuk kembali ke arah timur tempat kami tinggal. Namun kali ini cuaca sore sudah terasa teduhnya. Sehingga gowes bisa kami nikmati sepanjang perjalanan hingga tiba di apartment kami. Hampir dua jam menjelang maghrib akhirnya kami tiba di rumah. Ekplorasi gowes timur-ke utara cukup memuaskan hari itu. Next nya..kita cari tujuan lainnya.