Singapore is a big city that is friendly for cyclist. It is easy enough to navigate the bike in this city with abundant park around the corner.

Morning or night always amusing riding in Singapore. And this time we choose friday for night ride along with my camaraderie in office.

We started after 8 pm and pedaling toward east coast beach where lining up a very long park connector road from east to central of singapore. None of motorized vehicle allowed to enter this road.

We enjoy a lot riding in this event with such beautiful night panoramic along the 20 km journey.

Sleep can wait, and it is worth enough coz the night was really calm. Then when you into the city you will see the view just like it being painted by light. Really wonderful.

Di kantor saya ada cukup banyak penikmat olahraga bersepeda. Tapi kebanyakan dari kami melakukannya saat pagi hari ujung minggu saja sih. Sehingga saat ada beberapa dari kami memprakarsai bersepeda malam hari ke tengah kota Singapura dan menyaksikan gemerlap malamnya. Langsung saja banyak dari kami yang antusias menyambutnya.

Sempat agak ragu kalau rencana bersepeda malam akan dapat terwujud karena hujan yang selalu mengguyur beberapa malam terakhir. Tapi Alhamdulillah di saat hari yang ditentukan tiba cuaca cerah menaungi Singapura semenjak pagi hingga petang.

Jumat malam selepas kerja pukul 8 kami sepakati sebagai waktu dimulainya bersepeda malam ini. Saat semua sudah berkumpul terlihat ternyata ada beberapa juga yang datang menggunakan sepeda tipe road bike: sedangkan mayoritas lainnya adalah sepeda tipe MTB. Sepeda yang berbeda tipe ini tentu akan membuat kecepatan bersepeda harus mengakomodir dua tipe ini, termasuk juga harus mengakomodir kondisi umur dan skill bersepeda kami yang beragam.

Pukul 8 malam tepat kami berangkat dari titik start di parkiran kantor. Kami memilih menyusuri jalur pedestrian saja karena jam-jam itu jalanan Singapura masih padat kendaraan yang ditakutkan membuat perjalanan sedikit beresiko.

img-20170217-wa0013
All is happy. Wajah-wajah antusias gowes malam bersama

Dari jalur pedestrian kami lalu akan masuk ke east coast park taman tepi pantai Singapura yang memang dikhususkan sebagai jalur olahraga warga setempat. Kendaraan bermotor tidak boleh memasukinya.

Dari east coast park kami lalu menuju pusat kota Singapura. Tujuan kami adalah Marina Bay Sand dan Merlion. Tak pelak memang dua ikon kota besar Singapura ini menjadi magnet malam yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Setelah east coast park kami lewati kami lalu memasuki taman berikutnya: Garden by the Bay. Singapura memang kota di dalam taman. Di manapun kita pergi. Taman-taman yang dibangun dan dirawat dengan baik selalu terhubung satu sama lain dengan jalur jogging dan bersepeda yang disebut di sini sebagai Park Connector.

Masuk ke dalam area Garden by the Bay. Jalur yang kami susuri adalah jalan beraspal lebar khusus untuk berolahraga. Di sisi kanan jalan terbentang sungai Singapura yang bersih dan lebar. Lalu di seberang sungai berdiri megah gedung-gedung pencakar langit yang menjadi pusat bisnis kota Singapura.

Di sini kami semua berhenti, lalu mengabadikan pemandangan germerlap malam kota Singapura yang indah ini. Di sana berdiri menjulang Marina Bay Sand dengan puncaknya yang seperti kapal, berdiri bersisian dengan pohon raksana di Garden by the Bay dan lingkaran besi raksasa Singapore Flyer, Esplanade serta gedung pencakar langit lainnya.

dsc_0016
Family photo session is a must. Foto keluarga di tepi Singapore river dengan latar belakang ikon landscape singapura

Marina Bay Sand adalah gedung dengan puluhan lantai yang tertinggi di Singapura. Di dalamnya terdapat hotel berbintang lima bernama sama dengan tarif menginap jutaan rupiah permalam. Tinggal kita hitung aja kan berapa ratus atau puluh ribu rupiah permenitnya uang wisatawan terbuang di sana.

Di Marina Bay Sand juga ada casino. Masuknya saja gak murah, harus bayar sekitar sejuta per orang. Kok masih ada saja yang mau masuk sana mempertaruhkan uang yang susah payah dikumpulkan.

Garden Bay the Bay adalah taman tematik buatan dengan pohon raksasa buatan di dalamnya. Pengunjung akan dihibur oleh atraksi laser dan lampu warna warni yang berpendar dari dahan dan daun buatannya.

Singapore Flyer . Kincir raksasa dengan kabin yang menggantung akan membawa pengunjung di dalamnya berputar. Saat tiba di puncak tertinggi pemandangan yang tersaji luar biasa. Pulau Batam dan semenanjung Johor dapat terlihat di kejauhan. Kita dapat menikmati pemandangan ini sembari menikmati hidangan menu makan malam di dalam kabin gantung, tentunya dengan memesan sebelumnya. Pokoknya sensasi pemandangan malam yang apik lah, sesuai dengan tarif mahal yang dikenakan.

img_20170218_101207_964
City panoramic at the side of the river. With bacground of famous Marina Bay Sand. Kawasan wajib selfie. Termasuk untuk sepeda saya 😀

Puas mengabadikan pemandangan malam dan foto bersama di sini. Kami kemudian lanjut ke arah Marina Bay Sand menyeberangi sungai besar ini melalui jembatan Marina Baragge.

Selepas Marina Baragge, otomatis perjalanan bersepeda kami adalah melewati kawasan wisata Singapura. Sepeda harus hati-hati kami kayuh melewati para wisatawan yang berjalan kaki lalu lalang di sepanjang jalanan kami.

Benar-benar suasana yang berbeda dengan keseharian siang kami. Di sini semua yang tampak adalah orang-orang dari manca negara yang datang dengan pasangannya, keluarganya atau teman-temannya menikmati semilir angin dan keindahan kota. Tidak tampak ketergesa-gesaan di wajah mereka. Semua terlihat gembira, namun bahagia juga kah? Entahlah aku tak ingin cari tahu. Hehe.

Akhirnya di pelataran Marina Bay Sand. Tepat di tepi teluk Singapura rombongan kami berhenti. Lalu di sinilah pesta pora selfie dan kilatan lampu-lampu flash kamera handphone kami terjadi. Semua gembira dan ceria.

img-20170219-wa0001

img-20170218-wa0006
Here we are at in front of Marina Bay Sand. Foto keluarga sesi dua di tepi teluk dgn latar pencakar langit singapura.
dsc_0031
Fullerton hotel and merlion park at the background. Scotlight rimnya pas sekali utk foto sesi malam 😀
dsc_0042
Another icon of singapore flyer. Lokasi foto ini persis di sebelahnya patung Merlion. Sayang sedang tak ada laser show di seberang sana

Ternyata pemandangan malam yang indah dengan germerlap lampu-lampunya dan semilir angin yang berhembus hanya terkenal di kalangan wisatawan luar negara Singapura. Warga aslinya sendiri belum pernah dan sangat jarang yang berkeinginan untuk berkunjung ke sini sekadar melepas penat bersama keluarga. Ini teman saya sendiri loh yang mengaku. Sedari kecil tinggal di negaranya. Baru kali ini datang dan terhibur oleh keindahan malam kotanya, Ironi kan..

Kami berfoto-foto bersama di lokasi itu. Di seberang kami berdiri patung Merlion yang ikonik itu dengan Hotel Fullerton di kirinya dan Esplanade di kanannya. Kekiri lagi tegak menjulang gedung-gedung tinggi pusat bisnis Singapura. Semua bercahaya seakan akan berlomba menampilkan pesona malamnya. Ajib lah pokoknya.

Lama sekali kami beristirahat di lokasi ini. Saling bergurau, ngobrol ngalur ngidul atau sekedar terkantuk-kantuk menikmati hembusan angin dan melihat orang-orang ramai berlalu lalang.

Setelah cukup puas berhenti di sini. Lalu kami melanjutkan perjalanan. Pulang tentunya, tapi kami bersepeda terus melingkari teluk Singapura. Kami bersepeda hingga patung Merlion dan Esplanade di sisi seberang teluk. Menyeberang balik ke Marina Bay Sand melewati Helix Bridge lalu kembali ke jalur awal kami.

dsc_0048
Menjelang tengah malam kami pun pulang

Akhirnya melalui jalur yang sama saat kami berangkat. Kami mengarah pulang. Dengan total jarak tempuh yang hanya sekitar 30 KM itu kami selesaikan hingga lewat tengah malam. Tak masalah, ujung minggu memang waktunya melepas kepenatan. Senin kita hadapi kembali rutinitas dengan isi kepala yang segar,