Hujan tak henti mengguyur singapura beberapa hari belakangan ini. Hawa yang dingin bawaannya mesti laper. Dan saya kalau dingin-dingin laper gini perut sudah narik-narik kaki untuk melangkah ke tempat makan yang enak nih. Meluncur juga akhirnya saya sore di hari kerja ini ke sup tulang kallang Haji Abdul Rajak yang terkenal di seantero (penggemar sup tulang) singapura.

Singapura dari dulu memang terkenal sebagai jalur sutera perdagangan kan. Pedagang maupun pelancong dari bumi bagian utara, selatan, barat dan timur menjadikan kota ini sebagai persinggahan ataupun tempat berdagang. Nah para pendatang dari India lah mestinya nih yang membawa dan membuka kedai ini kali pertamanya. Kok saya tahu? Tahu dong, lha semua karyawannya berwajah india semua . Dan di kedainya dtulis: Since 1908. (pinter ya dia gak nulis berdiri sejak 1908, capeek deh ntar berdirinya ).

Penampakan kedainya. Chefnya sedang memasukkan daging ke dalam rebusan kaldu
Penampakan kedainya. Chefnya sedang memasukkan daging ke dalam rebusan kaldu

Suwer deh, menurut survey lokal sini. 8 dari 10 penggemar sup tulang akan menyebut sup tulang Kallang Haji Abdul Rajak adalah yang terenak di singapura. Jadi..gak salah dong kalau akhirnya saya jadi salah satu (calon) pelanggannya.

Terletak di ujung Upper Boon Keng Street. Kedai ini berada di sisi depan food fourt Upper Boon Keng Market. Kelihatan deh dari pinggir jalan raya. Kalau mau ke sini kita bisa turun di Kallang MRT station lalu keluar ke arah jalan Upper Boon Keng kemudian belok kiri menyisiri jalannya.
Kedainya sendiri cukup aederhana seperti kebanyakan kedai-kedai makan lokal yang biasa di sebut ‘hawker centre’. Cat hijaunya membedakan kedai ini dengan kedai lainnya, dan tentunya adanya tulisan sup kambing Haji Abdul Rajaknya dong.

Saat kami datang meja-meja di depan kedai sudah banyak terisi. Syukurlah masih ada dua kursi kosong yang bisa kami duduki. Oh ya saya memang datang bersama om Sugi, rekan seperjuangan pencari sup kambing. Begitu duduk, pelayan langsung menghampiri untuk menanyakan pesanan kami. Menu sup nya di sini ada beragam. Ada sup tulang, sup daging, sup jeroan dan sup campur. Saya pesan sup campur aja..karena kalau terpisah itu bikin galau bro.. .

Sup campur pesanan pilihan saya. Porsi kecil
Sup campur pesanan pilihan saya. Porsi kecil

Sup campur pesanan dalam 5 menit sudah datang. Di dalamnya ada dimasukkan daging kambing, tulang dengan tetelan dan daging yang mengikutinya, serta beberapa jeroan. Satu lagi piring kecil berisi sobekan-sobekan roti dihidangkan menemani sup ini…hmm slurp deh. Kesan pertama saya saat makanan ini terhidang adalah: porsinya kurang banyak. Wkwkwk..ini perut atau karung yak. Memang sih yang saya pesan cuma porsi kecil seharga 8 dollar bukan porsi sedang apalagi yang besar. Ya sutra deh. Akhirnya saya minta tambahan satu piring roti lagi deh #dipelototin si om sugi.

Soal rasa..bango jagonya..eh. Maksudnya soal rasa kuah sopnya. Mantab..kentalnya pas. Gak banyak rempah-rempah india seperti masakan india lainnya. Saya merasa mereka benar benar membuat kuah nya dari kaldu hasil rebusan daging dan tulang kambing. Rasanya benar-benar rasa daging kaldu. Samar-samar sih ada rasa susunya juga. Enak lah apalagi disajikannya saat masih panas. Dagingnya empuk dan tetelan serta daging yang menempel di tulang langsung meluncur ke mulut saat kita memyeruputnya. Apalagi gak ada bau-bau prengus kambingnya.

Karena kuah kaldunya yang maknyus tanpa embel-embel rempah-rempah yang menyolok hidung. Maka tak heran kalau semua orang, gak itu melayu, chinese, atau warga ras lainnya menyukai sup tulang Haji Abdul Rajak ini. Saya sendiri menyaksikan selama saya makan di sana, meja-meja makannya selalu silih berganti dipenuhi pembeli kedai ini. Dan banyak pula yang warga keturunan chinesenya juga loh. Gak salah deh kalau Sup Tulang Kallang Haji Abdul Rajak ini ‘one of the best’ sup tulang di singapura. Jika anda penggemar sup kambing. Boleh lah sempatkan mencicipinya saat berkunjung ke singapura.