Dua minggu lagi tahun baru china nih. Terakhir merasakan atmosfer imlek di Chinatown singapura itu 3 tahun lalu. Saya rasa sekaranglah saat yg tepat untuk jalan-jalan ke sana. Karena minggu2 ini Chinatown mestinya masih belum padat sekali oleh pengunjung. Nantinya hari demi hari mendekati tahun baru imlek pasti akan makin dipadati oleh para turis. Tujuan saya kali ini : mencari restauran halal di chinatown.

Rabu malam sepulang kerja, saya ditemani oleh om Nur kompak untuk sidak blusukan ke Chinatown. Setelah beberapa jam sebelumnya hujan deras mengguyur kawasan timur singapura. Kok ya pas menjelang rencana awal keberangkatan kami, hujannya berhenti dan matahari terang benderang bersinar dan membuat awan gelap pergi menjauh.

Jalanan masih basah oleh bekas hujan, namun cuaca terasa sejuk walaupun matahari sore bersinar cerah. Kami berdua memilih gowes melewati jalan raya sambung menyambung dengan pedestrian kearah Chinatown agar dapat merasakan kesibukan pulang kerja para warga di sini.


Dari timur singapura tempat kantor kami ke Chinatown rutenya tak berbelit-belit. Tanjakan hanya satu dua saja lalu lurus terus hingga ke tengah kota. Upper changi road dengan nama-nama jalan kecil yg masih menggunakan nama melayu kami lewati. Jalan melayu, jalan marican, jalan ubi diantaranya yg akrab di telinga ini. Rumah-rumah besar bertipe bungalow 2 lantai dan 3 lantai banyak dibangun di sisi jalan ini menandakan daerah ini termasuk pemukiman lama di singapura dan sekarang menjadi pemukiman warga2 yg lebih kaya. Memang rumah ‘landed house’ istilahnya di sini jauh lebih mahal dari rumah2 apartment yg biasa.

dsc_0116-01
Pertokoan di Geylang dgn bangunan lamanya

Setelah jalan Eunos, lalu kami masuk ke paya lebar, lalu masuk ke Geylang road. Tiga jalan ini sesuai namanya, memang dahulu adalah kampung orang2 melayu. Tapi sekarang jalan geylang sudah menjadi daerah pertokoan yg masih menempati bangunan2 peninggalan lama berdaun jendela model rumah2 belanda kuno yg unik serta bercat warna warni cerah.

Di geylang road lagi musimnya jualan buah semangka dan durian nih. Ingin banget mampir tergoda aroma wangi durian yg terpajang. Tapi target kita bukan itu, karena kalau kekenyangan durian bisa bikin kliyengan juga buat yg berkolesterol tinggi. Kita cuekkin dulu deh si durian. Mungkin tujuan berikut2nya kita bisa langsunh ke TKP ini.
Masjid Sultan
Setelah geylang terlewati kami sampai di masjid sultan yg berada di dekat bugis MRT. Masuk sebentar ke kampong glam yg berada di belakang mesjid. Kampong ini salah satu tujuan wisata turis mancanegara. Makanya banyak toko2 souvenir bersebelahan dengan cafe2 dan rumah makan bercita rasa timur tengah. Agak jauh di seberangnya, di Busorah street. Ada lebih banyak lagi cafe dan resto yg dikhususkan utk turis2 eropa dan amerika yg mensajikan minuman beralkohol. Saya lihat turis-turis bule duduk2 di luar café menikmati sore yg cerah ini. Busorah street ini tidak ramai lalu lintasnya, enak sekali kayaknya bisa santai2 sore sambil nyeruput teh, kopi atau minuman kesukaan sambil see see talk talk di sana. .

Kampong Glam yg berada di belakang Masjid Sultan
Kampong Glam yg berada di belakang Masjid Sultan
Busorah street dgn cafe2nya
Busorah street dgn cafe2nya
Zamzam restauran dpn masjid sultan yg terkenal dgn martabak rusanya
Zamzam restauran dpn masjid sultan yg terkenal dgn martabak rusanya

Puas melihat-lihat suasana kampong glam, kami langsung gowes ke tujuan utama. City Hall kami lewati sampai akhirnya kami tiba di jembatan north brigde road yg melintasi singapore river. Di depan kiri kami di seberang sungai ada Boat Quay yg merupakan sepenggal jalan di tepi sungai dengan banyak restaurant dan café yg terkenal sbg tempat hang outnya turis2 bule. Di seberang kanan ada bekas kantor polisi Hill Street, sebuah bangunan berarsitektur tua dengan jendela yg berwarna warni. Dengan warna2 yg mencolok bangunan ini terlihat menjadi ciri khas yg unik yg berbeda dengan bangunan2 di sekitarnya.

Ex hill street police station

Tiba di Chinatown.
Sedikit lagi, setelah 2 lampu merah kami tiba di Chinatown MRT. Ini artinya kami sudah tiba di lokasi nih, sedap… Suasana tahun baru china sudah mulai terasa. Ada patung kertas besar berbentuk ayam jantan di tengah2 perempatan di depan MRT. Dibentuk dari bahan kertas dengan dominasi warna merah dan kuning dengan lampu2 di dalamnya. Pasti ini saat siang akan mencuri perhatian dan saat malam akan jadi tontonan dengan warna warni terang yg menarik. Jika patung ayam ini di berikan tambahan sound system suara ayam berkokok…saat fajar menjelang mungkin akan menjadi atraksi yg menarik hehehe. Sungguh imajinasi yg berlebihan dari turis gak jelas ini.

Ayam kingkong saking gedenya
Ayam kingkong saking gedenya

Saat kami tiba menjelang petang tsb. Di atas atap bangunan2 tinggi di sekitar perempatan ini sudah siap penghobi fotografi dengan kamera dan tripodnya ingin mengabadikan gambar terbaik saat pergantian sore ke malam. Tadinya saya pikir ada pengamanan imlek super ketat dengan sniper2 yg bersiap di atap2 gedung. Eh ternyata para fotografer .
Sesuai rencana awal untuk menjelajah rasa di Chinatown dengan makanan halal. Kami pun segera blusukan ke jalan2 kecil nan eksotis dengan gedung2 antiknya di daerah ini.

Kami mulai dengan melipir ke Mosque street yg panjangnya sekitar 200m. Dari namanya saja kami bisa berharap akan ada masjid di dekat sini dimana kami bisa beristirahat memarkirkan sepeda kami dan melakukan Sholat maghrib nanti. Mosque street ini kanan kiri jalannya penuh oleh restauran2 oriental dan hotel2 kecil untuk backpacker. Backpacker Inn yg terkenal juga berada di jalan ini. Menjelang jam makan malam bahu jalannya sudah penuh oleh mobil2 pengunjung yg akan bersantap di sini.

Berbelok ke kanan dari mosque street kami melihat sebuah restaurant halal India. Lumayan akhirnya kami dapet satu lokasi makan halal di dekat sini. Bisa jadi pilihan saatnya lapar nanti. Di sebelah restaurant persis berdiri Masjid Jami Chulia. Di dekat pintu masuknya terlihat plakat tulisan sejarah berdirinya masjid chulia ini. Ternyata..ini masjid dibangun sudah sejak tahun 1827 oleh saudagar muslim Tamil dari selatan india yg datang berdagang di sini. Uniknya di sebelah masjid chulia ini juga ada berdiri Kuil hindu tertua di singapura Sri Mariamman Temple . Kuil ini ternyata juga berdiri di tahun yg sama 1827M. Sptnya tahun2 tsb banyak pedagang muslim dan hindu yg hijrah ke singapura lalu membangun tempat peribadatan di sini…work hard pray harder .

Masjid chulia. Disebelahnya ada kuil hindu yg sama2 berdiri dr 1827M
Masjid chulia. Disebelahnya ada kuil hindu yg sama2 berdiri dr 1827M

Kami memarkirkan sepeda di dalam pagar masjid Chulia. Sengaja gak mau gowes ke dalam Chinatown karena pastinya jalanannya akan padat oleh turis. Gak enak rasanya harus pelan2 nuntun sepeda sambil sering-sering berkata excuse me.. excuse me ke turis2 di sana. Masih untung kalau gak ada yg melototin kami karena disenggol oleh sepeda tak berdosa kami .

Chinatown dgn lampion2nya
Chinatown dgn lampion2nya

Kami mulai masuk dari Pagoda street yg berada di sisi Masjid Chulia. Terlihat lampu2 lampion merah bergelantungan di atas kami. Para pedagang souvenir berderet di sepanjang jalan tsb. Kami terus menikmati suasananya. Beberapa meter masuk ke dalam terdapat Chinatown heritage centre. Lalu kami belok kiri ke arah Smith street. Di dekat jalan Smith Street ini lah kami liat ada plang Chinatown food street. Eurekaa..akhirnya ketemu pusat jajan turis yg terkenal itu.

Kami lalu masuk ke dalam Chinatown food street. Pusat jajan ini bergaya al fresco, yaitu bersantap di luar ruangan . Kanan kiri jalan diapit oleh bangunan2 bergaya aksitektur pecinan yg dipayungi oleh atap kaca yg di pasang tinggi di atas. Kipas pendingin udara juga tergantung tiap beberapa meter di sepanjang pusat jajan ini membuat jalan-jalan atau bersantap di sini tidak terasa gerah . Jadinya pengunjung bisa makan di sini saat rain and shine lah ‘. Di tengah2 ada banyak kios penjual makanan bercita rasa lokal singapura . Sebagai negara maju yg berkembang dari perdagangan transit dan interaksinya pendatang dari beragam ras dan budaya. Kita bisa temukan menu2 makan dari berbagai macam negara ada di sini.

Chinatown food street gak kena hujan panas deh
Chinatown food street gak kena hujan panas deh

Makanan Halal di Chinatown.
Akhirnya setelah blusukan keliling, kami melihat ada 2 gerai makanan halal. Satu adalah gerai Newton Circus Ahmad Ibrahim satay, dan satu lagi gerai makan Prata King Indian Cuisine. Dua-duanya terletak ditengah-tengah. Prata adalah makanan sejenis roti gandum yg berasal dari India. Ini termasuk makanan favorit orang lokal singapura karena kepraktisan pembuatannya dan murahnya. Biasanya Roti prata dimakan dengan kuah kari, bisa kari kambing atau kari ikan. Prata juga bisa divariasikan cara masaknya. Bisa dengan tambahan bawang, bisa pula dengan keju atau telor ceplok yg di goreng bersama dengan roti prata ini.

Karena saatnya makan malam. Kami lebih memilih makanan yg lebih berat. Prata buat saya imagenya adalah roti, jadi cocoknya untuk sarapan pagi dong. Akhirnya kami hampiri gerai sate di sampingnya. Kelihatan banyak pembeli yg antri nih. Ini artinya bisa dua . Pertama bisa jadi kelezatannya sudah terkenal dari mulut ke mulut, yang kedua bisa jadi harganya lebih bersaing dibanding gerai2 di sebelahnya. Kami berharap dua2nya cocok bagi kami. Cocok di lidah dan cock di dompet. Hehehe.

Te sateee. Ta iya
Te sateee. Ta iya

dsc_0164

Roti prata kesukaan. Cocoknya dgn teh tarik minumannya
Roti prata kesukaan. Cocoknya dgn teh tarik minumannya

Pesan sate ayam 10 tusuk 8 dollar dan sate kambing 10 tusuk 9 dollar plus ketupat satu porsi 1 dollar kami cicipilah sate yg butuh 10 menit untuk datang ke meja kami. Satenya di bakar dengan cita rasa manis. Bumbu cocolan satenya pakai kuah kacang baik untuk yg ayam maupun yg kambing. Jadi yang suka makan sate dengan bumbu kuah kecap..mohon beli kecap lebih dahulu di department store terdekat. Hehehe. Tapi acar2an bawang bombay, bawang merah dan ketimun tetap tersedia menyertai penyajian sate di sini. Wajib hukumnya menu sate dengan acar2an seperti ini yak. Jadi jangan takut makan kambing dong..karna hasil penelitian tuh kambing gak mengandung cholesterol kok. Tapi mengandung anak kambing..huahahaha. anda tertipu sodara-sodara.

Akhirnya ..terlaksana sudah niatan kami untuk makan malam halal di Chinatown. Setelah satenya ludes kami lalu bergegas kembali ke masjid Chulia untuk menunaikan ibadah sholat maghrib . Setelah kewajiban tertunaikan, akhirnya kami gowes pulang. Puas hati kami karena bisa gowes dan wisata halal di Chinatown saat imlek menjelang.

  • Catatan.
    Buat pengunjung yg menggunakan moda transportasi umum. Lebih mudah untuk mencapai Chinatown dengan menggunakan MRT. Turun di MRT stasiun Chinatown lalu keluar di pintu A atau B Chinatown food street dekat sekali dari situ.
    Chinatown food street buka hingga pukul 10 mlm saat weekday dan hingga pukul 3 pagi saat weekend.