Sudah lama gak gowes jalur aspal cileungsi-cibubur. Pulang kampung libur natal kemarin saya tebus kerinduan itu. Pagi hari sesudah subuh saya cek2 sedikit si patrol hard tail. Agak lebih sedikit dari pukul 6 pagi, mulai deh gowes aspalan kali ini.

2km sejak masuk jalan raya cileungsi arah cibubur, tanjakan fly over cileungsi sudah menanti. Jalur cileungsi cibubur ini memang ada beberapa tanjakan yang lumayan panjang. Ada yg karena harus melewati jalan fly over, ada pula karena hasil 2 cekungan sungai cileungsi dan cikeas yg membuat kontur jalan menurun arah sungai lalu kemudian menanjak ke dataran permukiman. Cocok utk latihan kekuatan dengkul bagi pemula.

Contohnya fly over cileungsi ini. Rekan goweser saya dan saya sendiri sudah merasakan nafas yg putus nyambung putus nyambung serta paha yg hampir kram saat masih pemula di dunia gowes dan melalui fly over ini.

Selain tanjakan flyover cileungsi ini, hingga cibubur junction disebrang tol jagorawi. Ada 2 tanjakan lagi. Pertama adalah tanjakan jembatan sungai cileungsi sebelum perumahan legenda wisata dan tanjakan jembatan sungai cikeas sebelum perumahan Citra Gran. Sehingga kalau gowes bolak balik cileungsi cibubur cileungsi, jarak 24 km ini goweser akan melalui 6 tanjakan aduhai dengan titik tanjakan tertinggi 85m dan total elevasi gain 125 m, Cukuplah untuk melatih otot2 paha saya.

Saya sendiri pada gowes kali ini cukup sukses mempertahankan speed si patrol di kisaran 22-23 km/jam. Sehingga total moving time saya pagi itu tepat satu jam. Tapi itu di luar stop point makan ketoprak di dekat rumah loh. Akhirnya gowes pagi itu sukses melibas 6 tanjakan, dan tiba kembali di rumah sekitar pukul 7.30 pagi. Pagi hari yang menyegarkan.