Halooo apa kabar semua? Sudah sebulan gak nulis blog, ternyata konsistensi menulis itu susah. Walaupun ada beberapa perjalanan gowes selama sebulan ini,  karena keteteran dengan kerjaan jadilah baru kali ini menyempatkan update blog lagi.

Kali ini kami gowes ke trek mtb bukit timah. Singapura punya bukit? Hehehe. Singapura walaupun kondang dengan gedung-gedung pencakar langit memenuhi seantero negerinya, ternyata masih menjaga sebuah hutan hujan tropis di tengah kotanya lho. Pemerintah sini memang benar-benar menjaga ekosistemnya dengan tetap menjaga keberadaan hutan hujan bukit timah sebagai nature reservenya singapura.

Terletak di pusat kota, sedangkan kami berada di timur singapura tidak mengurungkan niat kami untuk menjelajahi trek mtb bukit timah ini. Di sabtu pagi hari 5 november pukul 7.30 pagi kami sudah mulai gowes dari daerah bedok di timur singapura. Melalui east coast park hingga tiba di marina bay perjalanan mulus dilalui dengan pemandangan taman di kanan kiri kami. Jalur yg khusus untuk pesepeda dan jogging jadi tidak banyak gangguan deru kendaraan dan polusinya. Dari marina bay kami memilih untuk melewati jalur jalan raya menyusuri padatnya jalan raya singapura. Menyusur bukit timah road yang panjang dengan gerimis membasahi perjalanan kami ini membuat kami harus berhenti di beberapa tempat untuk berteduh saat gerimis berubah menjadi agak lebat.

Foto atas saat mulai gowes di east coast park.

Foto bawah saat di entry point off road trailnya.

Akhirnya jam 10 kami tiba di lokasi bukit timah nature reserve. Lokasi awal trek mtb berada tepat di samping parkiran mobil. Jika ingin hiking pengunjung dapat memarkirkan mobilnya di sini dan lanjut nanjak ke puncak bukit timah melalui trek aspal, sedangkan pesepeda harus melewati trek off road yg terpisah dengan trek hiking.

Trek 1m dengan jurang dikirinya.

Trek yg basah dan berlumpur bukan halangan buat filipino friend darius dgn fat bikenya.

Trek mtb nya asyik. Kami sudah pernah gowes di trek mtb pulau ubin. Bukit timah ini lebih menantang di banding trek pulau ubin. Dengan batu-batu di sepanjang treknya, kadang ada tebing di sisi trek bikin desiran-desiran di dada makin menjadi saat gowes..waks. Lebay ah. Jalurnya lebih banyak obstaclenya dibandingkan tanjakan dan turunannya. Beda dengan pulau ubin yg cukup banyak memberikan turunan dan tanjakan ekstrem. Jadi gowes di bukit timah lebih bersahabat buat nafas tapi tidak buat jantung. Hehehe.

Ekstremnya jalur ini membuktikan dirinya saat salah satu rekan gowes kami menjadi korban keganasannya. Om Arif sempat jatuh dan pecah helmnya di salah satu segmen trek ini. Pingsan sebentar dengan beberapa luka di badan tidak menyurutkan semangat om Arif untuk menyelesaikan misi bukit timah ini. Terus semangat gowes dan tambah waspada hehe.  Insiden om arif malah membuat kekompakan dan kewaspadaan kami malah jadi bertambah loh. Trek tengah hutan dengan teman gerimis dijalani dengan semangat. Sempat keluar hutan dan masuk ke area terbuka dengan pemandangan puncak bukit langsung jadi spot kami untuk foto-foto keluarga.

Lokasi ini memakan korban cidera salah satu rekan kami.

Gowes bareng kalau gak foto keluarga, gimana gitu..:-D

Mulai gowes di bukit timah jam 10, jam 1 siang kami selesai. Kaos basah oleh keringat dan sisa gerimis ditambah sepeda yg kotor oleh tanah dan cipratan lumpur membuat kami berhenti sebentar di tempat cuci mobil saat perjalanan pulang untuk bebersih badan dan sepeda. Biar gowes pulangnya yg cukup jauh tetep bisa gowes ganteng dong..:-D.  Berhenti makan siang di newton food centre utk isi perut yg kedinginan dengan sup kambing panas. Kami kemudian lanjut pulang melalui little india yg masih semarak dengan perayaan deepavali sembari berhenti sholat di mesjid beraksitektur indah di sekitar situ. Sempat foto-foto sebentar di kawasan little india.  Akhirnya kami tiba kembali di rumah sekitar pukul 6 dengan total jarak tempuh 70km. Puas sekali gowesan kali ini. Next..kemana ya.