Malam takbiran Idul Adha anak-anak dari siang sudah ribut minta jalan-jalan, sepertinya bosan long weekend di rumah terus kayaknya. Selepas magrib kami meluncur ke jalan raya cileungsi jonggol rencananya sih mau sekedar makan malam bersama saja, cuma kok tujuan tempat makannya masih belum dapat.

Setelah sedikit berpikir akhirnya saya tawarkan bagaimana kalau mencoba restoran Saung Apung di Harvest City. Puasa lalu kami sekeluarga besar berencana untuk buka bersama di sana namun karena tidak reservasi jauh-jauh hari, saat kami hendak booking siang sebelumnya restorannya sudah fully book. Hmmm sepertinya resto ini termasuk favorit keluarga di Bekasi dan cileungsi, jadi patut nih dicoba rasa dan suasananya.

Akhirnya malam itu kami bisa mendapatkan tempat untuk bersantap malam di salah satu saung resto ini. Parkiran resto cukup besar untuk menampung 30 mobil sekaligus. Resto ini terletak cukup jauh masuk ke dalam perumahan Harvest City di jalan raya cileungsi, sebelum taman buah mekar sari. Sekitar 1.5km masuk dari gerbang depan. Lokasinya ada di samping ruko-ruko kampung cina.

Mie tek-tek

View dari saung
Ternyata saat kami datang sudah ada cukup banyak keluarga yang sedang menikmati kebersamaan santap malamnya. Kami memilih saung yang dipinggir kanan danau. Ya, Saung Apung seperti namanya memang restoran yang berkonsep bersantap di atas saung di danau buatan. Ada banyak saung tersedia di sana, kami menempati saung nomor 40, dan itu bukanlah saung yang paling akhir, masih ada saung yang terletak lebih ke dalam.

Soal rasa dan harga,  Resto ini mungkin tidak banyak berbeda dengan restoran di mall-mall jakarta sih. Tapi suasananya ini yang kita tidak bisa temukan dalam restoran mahal di mall-mall maupun restoran sepanjang jalan cibubur cileungsi. Suasana makan malam di tepi danau dengan jembatan kecil di tengahnya. Yang dihiasi oleh lampu-lampu dekoratif di atas danau dan jembatan, juga lampu-lampu kecil yang diletakkan di tepi jalan dan jembatannya mampu menghidupkan suasana eksotisme malam yang romantis dan hening.

Saung berada persis di tepi danau dan tidak ada pembatasnya, jadi sembari makan pengunjung dapat rileks memandang ikan-ikan di danau dan duduk persisi di tepi danaunya dengan kaki bertumpu di bambu penahan kaki di bawah saung. Jika datang siang hari untuk bersantap dan membawa si kecil. Restoran ini juga mempunyai taman kelinci lho. Seperti si bungsu kami yang saat itu merasa betah dan suka berada di Saung Apung.

Untuk harga, kami anggap masih bersahabatlah untuk ukuran pinggiran jakarta. Kami memesan satu porsi nasi goreng seafood, 2 porsi mie tek tek, 3 porsi tahu gejrot dan 5 gelas es jus kena total tagihan 180rb. Yang penting anak senang, perutpun kenyang.