Long weekend Idul Adha acara keluarga sudah padat merayap. Untuk menjaga produktivitas acara keluarga sabtu ini, caelah..gowes harus dilakukan secara efektif dan efisien, cepat dan tepat lokasi alias gak boleh nyasar ;-d.

Dipilihlah mata air sodong untuk tujuan gowes kali ini. Karena jalurnya yang sudah di luar kepala dan adanya rute bertanjakan untuk memanaskan dengkul ini.

Berangkat dari rumah pukul 5.45 am. Tidak mau melewati jalan raya cileungsi yang ramai oleh kendaraan besar dan rolling naik turun sepeda digowes melalui jalan rawa ilat yang merupakan jalan alternatif penghubung jalan raya gunung putri dan jonggol via belakang taman buah mekar sari. Masuk ke jalan ini bisa melalui jalan utama perumahan Permata Cibubur jika dari jalan raya cileungsi, juga bisa masuk dari jalan raya gunung putri setelah pasar cileungsi arah ke cibinong.

Jalan rawa ilat sabtu pagi itu cukup ramai oleh pengendara motor yang akan beraktivitas di sabtu kerja maupun yang berangkat sekolah. Jalannya sudah mulus walaupun ada 100 m ruas jalan yang masih rusak parah, entah kenapa hanya potongan seratus meter ini berlokasi kira-kira setelah pagar belakang taman buah mekar sari yang tidak diselesaikan pengecoran jalannya, sedangkan ruas sebelum dan sesudahnya mulus sekali.

Saya menggowes sepeda melawan arah kepadatan pengendara motor yang akan menuju tempat kerjanya, kanan kiri jalan ramai oleh bangunan-bangunan ruko kecil dan perumahan BTN. Sesekali masih ada kebun penduduk. Walaupun belum sempat sarapan saat berangkat, dan ada banyak penjual bubur ayam maupun nasi uduk di sepanjang rawa ilat ini. Saya terus saja gowes, sarapan comes second after reach destination 😀

Di ujung jalan rawa ilat akan bertemu pertigaan gandoang yang ditandai oleh adanya Indomaret dan Alfamart berdiri berdekatan di kanan pertigaan. Sepeda saya belokkan ke kanan ke jalan gandoang. Jalan ini teduh karena banyak pohon-pohon besar dikanan kiri jalan, adanya kebun buah penduduk di sepanjang jalan membuat gowes terasa nyaman. Jalanan yang rolling sedikit naik turun juga menambah variasi trek gowesan. Di akhir jalan gandoang akan disuguhi tanjakan yang di namai tanjakan Bojong Depan yang lumayan curam. Okelah buat memanaskan dengkul ini. Di akhir tanjakan kita akan bertemu pertigaan bojong. Jika ke kiri mengarah ke jonggol dan ke kanan arah ke kelapa nunggal. Arah ke mata air sodong harus ambil cabang yang ke kanan arah ke kelapa nunggal.

Setelah berbelok ke kanan goweser harus melalui jalan bojong yang berlubang dan tergenang air kala musim hujan. Tapi 500 m dari pertigaan bojong ini goweser akan menemukan pertigaan Inkopau, pertigaan inilah yang menjadi jalan masuk ke Sodong, yang ditandai dengan papan petunjuk di kanan jalan bertuliskan Desa Wana Wisata Linggar Mukti. Berbelok ke kiri masuk 100 m ke jalan kampung setelah itu  kita akan masuk ke areal persawahan dengan pemandangan yang menyegarkan mata dan hati. Rasa lelah setelah puluhan kilometer kayuhan dan rolling naik turun jalan pedesaan terbayarkan dengan pemandangan pedesaan khas Jawa Barat.

Setelah keluar jalan kampung, sawah-sawah terhampar dengan bukit sodong menjulang di latar belakang
Desa wama wisata linggar mukti memang menawarkan pesona wisata pedesaan dengan pemandangan sawah-sawah menghampar luas dan perbukitan Sodong yang menjulang seakan menjadi benteng alam desa Linggar Mukti. Penikmat wisata alam bisa berkunjung dengan kendaraan bermotor roda 2 maupun 4 namun lebih nikmat merasakan suguhan alam yang asri ini dengan bersepeda tentunya.

Peta wana wisata yang berdiri di tepi jalan, cukup membantu penghobi jalan-jalan.

Kolam mata air sodong yang menjadi tujuan.

Saya terus mengayuh sambil meresapi udara segar pagi hari di sepanjang persawahan sodong. Dan yang paling mantab adalah keharusan untuk menghabisi trek ke mata air sodong dengan tanjakan pamungkas sepanjang 1 km. Tapi serunya di sini, setelah di puncak, imbalannya adalah turunan mulus hingga  mata air sodong. Menikmati turunan dengan hempasan udara segar hingga sampai di parkiran mata air. Ditutup dengan susu jahe panas, segar sekali rasanya. Setelah istirahat setengah jam, minum susu jahe dan tak lupa menyapa para goweser lain serta berbasa basi mengakrabkan diri, akhirnya sepeda mengarah pulang. Namun setelah pertigaan gandoang saya pilih lewat jalan raya jonggol cileungsi yang mulus dan rolling naik turun untuk menghabisi rute gowes kali ini. Alhamdulillah pukul 8.30 pagi sudah kembali dengan selamat di rumah dan bersiap untuk aktivitas lainnya.