Sudah lama ingin mendatangi curug ini. Sebenarnya aksesnya mudah, 500m dari tepi jalan Narogong Bekasi dan sudah masuk daftar tujuan gowes. Tapi selalu terlupa dan tersisihkan oleh agenda gowes bareng lainnya. Sehingga saat ada om Taufik Hidayat yang mengajak gowes kesana ya sudah cuzz aja kita ke TKP.

Start dari rumah matahari sudah merambat naik. Sengaja memang karena menunggu kepastian jadi tidaknya dari om Taufik. Jam 6.45 sepeda mulai diarahkan melalui jalan raya cileungsi ke Mc Donald kota wisata sebagai titik kumpul kita. Jam 7.30 sampai sana om Taufik dan temannya sudah menunggu. Tidak pakai jeda kami langsung menuju curug parigi dengan lebih dulu keluar dari komplek kota wisata melalui pintu gerbang narogong. Bertemu dengan grup turing motor di bundaran dekat gerbang samping, sempat disuguhkan atraksi kepiawaian pengendara motor besar saat melibas bundaran dengan memiringkan badannya ke sisi dalam saat membelok dengan kecepatan tinggi, seperti nonton live motogp jadinya.

Lanjut terus gowes melalui jalan narogong yang sudah ramai kendaraan. Kanan kiri jalan banyak terdapat pabrik sih, namun gak banyak truk ataupun kendaraan keluar masuk pabrik yang mengganggu perjalanan kami. Ya iyalah ini kan hari minggu pantas kalau pabriknya sepi. Tiga km kemudian kami sampai ke daerah tepi jalan Narogong yang di sebut sebagai pangkalan 5. Jalan masuk ke curug berada diantara dua pabrik yang cukup besar, tidak ada penanda nama curug parigi di sana. Tapi sebagai panduan, jika dari cileungsi lokasi ini berada 700m dari gerbang selamat datang ke bekasi. Dan jika dari bekasi ia berada 50 m setelah pabrik hakapole di kanan jalan.

Gerbang Kab. Bekasi. 700m sebelum curug parigi.

Sebelum pabrik Hakapole inilah jalan masuk ke curug.

Tangga turun ke curug.

Harapannya sih dapat view curug kayak gini.

Air curug yg coklat dan deras sehabis hujan.

Jalan masuk ke curug sudah di cor semen keras sepanjang kira-kira 500 m hingga bertemu dengan tanah lapang luas disisi tebing curug.  Di sisi tebing ada warung makan tempat istirahatnya goweser dan para pengunjung curug. Untuk turun ke curug, pengunjung harus menuruni anak tangga di tebing setinggi 10m. Namun perlu diketahui, warna air di sana akan coklat keruh jika hari sebelumnya bogor diguyur hujan deras. Sayang sekali saat kami datang seperti itulah kondisinya. Namun cukup puas kok. Rasa penasaran kami telah tuntas. Kami jadi tahu pasti seperti apa curug parigi ini. Oh ya walaupun belum resmi diatur oleh dinas pemda sebagai tujuan wisata, pengunjung sepeda ditarik uang parkir sekedarnya untuk perawatan lingkungan curug. Sekitar setengah jam di sana lalu kami beranjak pulang, sambil berjanji akan datang lagi saat musim  hujan sudah pergi.