Saat ini sudah berjalan lima tahun saya bekerja di Singapura.  Singapura tidaklah hanya berisi gedung-gedung tinggi modern dengan segala kesibukan bisnis di dalamnya. Negeri  ini juga tetap melestarikan  keindahan bangunan-bangunan tua peninggalan kolonialisme inggris. Inggris memang pernah menguasai singapura hingga memisahkan diri dari persemakmuran di 9 Agustus  1965.

Blog awal ini ingin saya mulai dengan cerita gowes tersebut. Gowes nostalgia ke kota tua di singapura. Sudah lama memang berkeinginan untuk eksplorasi daerah tanjong pagar yang terkenal dengan bangunan-bangunan konservasinya. Dan kali ini jika pun tidak ada teman gowes saya akan membulatkan tekad untuk ambil jalur independen pergowesan saja , hehehe kayak pilkada aja yak.

Alhamdulillah jumat sore sebelum bendera start di kibarkan esok paginya, wkwkwk. Ada om Havas yang mau menemani gowes ke tanjong pagar. Om Havas tinggal di Bedok , Saya tinggal di tampines yang sudah dekat ujung timur singapura. Sedangkan tanjong pagar berada di sisi selatan singapura.  Jadilah kami sepakat untuk menjadikan bedok sebagai titik kumpul duet gowes ini.

Sabtu 13 Agustus jam 7.15 pagi saya sudah mulai gowes dari tampines. Oh ya singapura itu satu jam lebih cepat dari Jakarta tapi dengan posisi matahari masih sama tinggi, artinya di Jakarta masih jam 6.15 pagi nih. Sesampai di bedok Om Havas ternyata sudah stand by di titik kumpul depan Pom Bensin Esso Bedok South. Cuss gak pake basa basi kita pun mulai duet gowes seru ini.

Bagi penggiat gowes di sini, ada tiga  pilihan jalur gowes. Pertamax adalah melalui jalan raya. Biasanya road bike dan hybrid bike memilih jalur tersebut karena mereka cenderung speed goweser. Kedua adalah jalur pedestrian di sisi jalan raya. Kebanyakan pedestrian di singapura boleh dilalui sepeda, tapi mesti awas akan rambu loh, karena beberapa ruas pedestrian mengharuskan sepedanya di tuntun. Kalau tertangkap tangan polisi, maka terancam denda max 1000 dollar singapura. Muaahal yak. Dan pilihan ketiga adalah melalui jalur dalam taman kota. Ada banyak taman di negeri  kota ini, makanya singapura juga dijuluki kota taman.  Buat pengguna sepeda tipe hardtail atau fulsus. Jalur melalui taman kota adalah pilihan yang lebih nyaman untuk sepeda dan juga keselamatan goweser.

Kami memilih gowes dari Bedok ke tanjong pagar melalui east coast park. Lumayan ada satu tanjakan menjelang east coast park yang bisa dipakai untuk pemanasan dengkul dulu. Hehe. Selepas tanjakan kita langsung masuk jalur east coast park yang hanya di khususkan untuk jalur lari, gowes dan aktivitas beroda non mesin lainnya. Yak beneran, taman di singapura tidak membolehkan electric bike apalagi motor untuk masuk ke dalamnya, dan ancaman denda menanti bagi para pelanggar.

Gowes melalui east coast park saat pagi hari benar-benar  refreshing sekali. Pantai yang bersih di sisi kiri, para weekender  yang berjalan santai dengan pasangannya, atau para pelari dan pesepeda yang berlalu lalang sungguh membuat atmosfer hari libur terasa sekali. Hahaha kadang-kadang memang rutinitas itu mematikan jiwa. Kembali ke jalur sepeda kami. Dari east coast park kami terus menyusuri jalur joggingnya menuju pusat kota. Ada satu tanjakan flyover lagi yang menyambungkan east coast park dengan garden by the bay. Selepas turunan flyover, kita akan melewati sisi padang golf terlebih dahulu sebelum akhirnya memasuki area garden by the bay.

Gowes di Garden by the bay cycling track, kita akan disuguhi pemandangan epic iconic singapura. Kita gowes di sisi singapura river di mana di sisi sebelahnya kita bisa melihat landsape ikonnya singapura seperti Singapura flyer yang seperti kincir raksasa, MBS dan gedung-gedung tinggi lainnya. Untuk goweser yang senang melangut (boso jowonya merenung) gowes maupun duduk di kursi taman tepi sungai ini memberikan suasana rileks dan mencerahkan mood. Itu dibuktikan dengan banyaknya pejalan yang menggunakan waktu istirahatnya di sini.


Selepas Garden by the bay kita melewati jembatan marina barrage. Lalu lanjut gowes melewati Marina bay sand dengan suguhan pemandangan merlion dan esplanade di seberangnya. Sungguh kota yang menata landscapenya dengan apik. Gedung-gedung tinggi pusat bisnis berdampingan dengan ikon turisme mensajikan pemandangan yang fotografic bener deh. Tak heran banyak pasangan yang memilih lokasi Marina Bay Sand ini untuk foto pre wedding mereka.


Tak lama istirahat di sini, sekedar menarik nafas dan olahraga tangan alias jeprat jepret. Kita lanjut ke arah central bisnis distric. Karena Tanjong Pagar memang terletak di seputaran central bisnis distrik. Tiga puluh menit kemudian sampailah kita di lokasi. Sebelum memulai eksplorasi, caelah.. lebih tepatnya jeprat jepret. Kita sarapan roti prata dulu di newton hawker centre yang terkenal di singapura.



Selepas sarapan, mulailah kita berkeliling area Tanjong Pagar. Pusat kota singapura mulai dibangun oleh Sir Stamford Raffles pada tahun 1822. Banyak bangunan tua di Tanjong Pagar yang berdiri sejak 1840 an dimasukkan dalam daftar  bangunan bersejarah yang dilindungi kelestariannya. Selanjutnya hanya gambarlah yang bercerita. Pukul 9 kita mulai beranjak pulang melalui jalur yang sama dengan arah berangkat. Tiba di rumah pukul 11, gowes santai saja melalui 40 km jalur PP hari ini. Such a wonderful morning